Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72

Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72
Desa Tambar – Jogoroto – Jombang

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA
KPH MOJOKERTO MEMBAGIKAN HEWAN QURBAN DI BKPH KAMBANGAN ADM KPH MOJOKERTO ASPER BESERTA STAFF BPKH DR. BUDI WIDODO

BLITAR,RI - DD Kab. Blitar, Penyerapannya Sesuai Target - Media radar indonesia Sidik Kasus Ri







Kepala DPMD Kab Blitar, Drs Mujianto

BLITAR,RI - Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar saat ini tengah dalam tahap akhir penyerapan 60 persen Dana Desa (DD) yang sudah diterima sebelumnya. Sedangkan data untuk penyerapan anggaran DD secara keseluruhan dari 220 desa di Kabupaten Blitar, rata-rata sudah mencapai sekitar 80 persen. “Ini sudah melebihi target, dimana pada bulan Agustus, kami menargetkan penyerapan secara keseluruhan sebesar 75 persen,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar, Mujianto, Senin (04/9).
Menurutnya, untuk pencapaian proyek fisik juga sudah mencapai 70 persen dari target minimal 50 persen. Dijelaskannya, bahwa yang harus dilakukan masing-masing desa saat ini adalah pelaporan penggunaan DD, baik secara manual ke Dinas PMD atau secara online ke Pemerintah Pusat. “Kita sudah targetkan sebelum pencairan DD tahap kedua pada bulan September ini, realisasi penggunaan DD tahap pertama sudah lebih dari 90 persen,” jelasnya.
Mujianto menambahkan, beberapa desa memang sudah ada yang mencapai realisasi 90 persen, namun ada beberapa desa yang masih 75 persen. “Dari beberapa desa yang penyerapan DDnya sudah ada yang jauh melampaui target, akan tetapi ada yang masih dibawahnya,” imbuhnya. (Kam)






Kejaksaan Negeri Kabupaten Bojonegoro Mengadakan Sosialisasi

BOJONEGORO,RI - Kejaksaan Negeri Kabupaten Bojonegoro mengadakan sosialisasi mengenai Dana Desa dan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah Se Kabupaten Bojonegoro di Pendopo Malowopati Kamis (24/08). Hal ini untuk memberikan informasi kepada pendamping serta kepala desa mengenai dana desa dan juga TP4D. Pembentukan TP4D merupakan hal baru karena baru dibentuk pada tahun 2016. Ini didasarkan agar semakin terbukanya  pengelolaan dana desa. Karena terjadi banyak penyelewengan dalam penggunaan dana desa oleh oknum aparat desa di beberapa daerah.
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bojonegoro menyampaikan bahwa banyak terjadi indikasi  korupsi dana desa oleh oknum aparat desa. Maka dari itu pemerintah melakukan sosialisasi mengenai dana desa serta TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Hal ini untuk memberikan pengetahuan kepada pendamping serta aparat desa bahwa sekarang dalam penggunaan DD diawasi oleh pemerintah. Maka dari itu aparat desa dilarang keras untuk menyelewengkan dana desa. Karena dana desa digunakan untuk pembangunan Desa.
Hal ini sesuai dengan UU No. 16 Tahun 2004 tentang kejaksaan yang berisi Pengamanan Kebijakan Penegak Hukum. Mengamankan berbagai kebijakan pemerintah baik kebijakan kriminal maupun kebijakan pemerintah lainnya terkait dengan hukum. Salah satu tugasnya terkait dengan pengamanan kebijakan dana desa. Selain itu juga sesuai dengan Keputusan Jaksa Agung Nomor: KEP-152/A/JA/10/2015 Tentang TP4 (Pengawalan, Pengamanan, Pembangunan, dan Pemerintahan). TP4 itu berada di Pusat, sedangkan TP4D itu yang berada di daerah.
Tujuan dibentuknya TP4 Kejaksaan RI adalah menghilangkan keragu-raguan aparatur negara dalam mengambil keputusan, terwujudnya perbaikan birokrasi bagi percepatan program-program strategis bangnas untuk kepentingan rakyat, terserapnya anggaran secara normal, menciptakan iklim investasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional, terlaksananya penegakan hukum hukum yang efektif dengan mengutamakan pencegahan.
Selain itu tugas dan fungsi TP4 adalah pertama mengawal, mengamankan, dan mendukung keberhasilan jalannya pemerintahan dan pembangunan melalui upaya-upaya pencegahan/preventif dan persuasif baik ditingkat pusat maupun daerah sesuai wilayah hukum penugasan masing-masing. Kedua dapat memberikan pendampingan hukum dalam setiap tahapan program pembangunan dari awal sampai akhir. Ketiga melakukan koordinasi dengan aparat pengawasan intern pemerintah untuk mencegah terjadinya penyimpangan yang berpotensi menghambat, menggagalkan, dan menimbulkan kerugian bagi keuangan negara.
TP4 (Pusat dan Daerah) untuk mengedepankan langkah pencegahan/preventif dan persuasif serta pendampingan hukum (WALPAM) dilakukan terhadap pekerjaan pembangunan yang "akan dan/atau sedang" dikerjakan pada kementerian/lembaga/instansi pemerintah/pemda/BUMN/BUMD. Manfaat dari WAL-MAN TP4 mendukung program dan kegiatan yang dibiayai desa agar tidak ada keraguan Pemdes Menyerap dana Desa, Pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa berjalan lancar dan aman sesuai maksud, tujuan dan ketentuan, penyimpangan/penyalahgunaan dana desa dapat dicegah, transparansi dan keikutsertaan masyarakat desa dalam pembangunan desa meningkat, kecerdasan dan ketaatan hukum pemerintah desa dan masyarakat desa meningkat. Hal ini agar terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat desa. Selain itu agar korupsi dana desa bisa dicegah. Mari kita bangkit dan bangun desa untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat desa, imbuh Kajari.
Kajari Kabupaten Bojonegoro juga menyampaikan kalau ada yang ingin berkonsultasi mengenai dan desa bisa langsung datang ke kantor Kejaksaan Negeri atau bisa langsung menghubungi Kajari langsung melalui no 08123568536.
Kang Yoto menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat tepat sekali dilaksanakan setelah hari kemerdekaan, karena  masih semangat-semangatnya masyarakat untuk cinta tanah air. Semangat itu yang harus kita gunakan untuk membangun negeri ini, semangat yang digunakan untuk berbuat lebih baik. Sesuai yang disampaikan oleh Kajari Bojonegoro bahwa sudah mulai banyak indikasi adanya korupsi yang dilakukan oleh oknum aparat desa dalam penggunaan Dana Desa. Maka dari itu pemerintah membuat TP4 ini agar ada pengawasan dalam menggunakan Dana Desa. Saya Teringat akan nasehat Quraish shihab kepada anak-anaknya bahwa "Teman itu seperti anak tangga, boleh jadi ia membawamu ke atas atau ternyata sebaliknya membawamu ke bawah, maka hati-hatilah anak tangga mana yang sedang engkau lalui. Jadi dalam memilih teman sebaiknya berhati-hati karen mereka bisa membawa kepada kebaikan atau keburukan.
Desa merupakan ujung tombak dalam tolak ukur pembangunan, karena maju tidaknya pembangunan dinilai apakah masyarakat desa sudah makmur apa belum. Kita di Bojonegoro sendiri ingin membangun Bojonegoro menjadi "Deso Roso Kuto, Kuto Roso Deso" dimana kita memajukan Bojonegoro seperti kota besar di dunia tapi dengan tidak meninggalkan suasana pedesaan. Seperti halnya jalan Belimbing dimana sepanjang jalan kita tumbuhi pohon belimbing yang khas Bojonegoro, akan ada jalur bebas Mobil, hanya ada sepeda motor dan pejalan kaki yang diperbolehkan melintas.
Adanya tempat khusus PKL yang terseleksi dibeberapa jalan utama. Banyaknya taman-taman buah, jadi jika diarea tersebut banyak gedung tinggi maka semakin banyak pula kebun buah diarea tersebut. Adanya trotoar yang diberikan atap hal ini untuk meneduhkan pada siang dan menerangi pada malam hari. Penomoran rumah karena semakin banyaknya bangunan baru yang terbangun, tetapi penomoran memakai kayu hati. Transportasi tradisional di pusat kota, sehingga akan tetap ada kesan desa dikota, Lesehan di trotoar.
Sedangkan untuk desa rasa kota adalah adanya fasilitas kesehatan yang memadahi di desa, adanya sekolah kejuruan. Selain itu ada juga fasilitas olahraga yang memadahi untuk masyarakat desa, adanya balai kreativitas warga untuk menyalurkan bakat-bakat masyarakat desa. Adanya sentra bisnis di desa, adanya acara aktivasi hal ini untuk mengaktifkan daerah terpencil. Hal tersebut dilakukan untuk membuat desa menjadi lebih maju dan baik.
Sehingga masyarakat desa itu betah berada di desanya dan tidak pindah ke kota. Hal tersebut juga untuk pemerataan agar desa tidak semakin tertinggal dengan kota. Maka dari itu dana desa harus digunakan benar-benar untuk kepentingan masyarakat desa dan pembangunan desa. (Dar/Dwi)





Lakalantas Gresik Selatan Membawa Korban Nyawa Melayang

GRESIK,RI - Lakalantas Tkp jln. Raya Karangandong depan puskesmas Karangandong Hari Rabu, (06/09/2017) sekitar jam 09.00 Wib  antara sepeda motor Honda Supra X 125 No.Polisi  S 5906 KT yang dikendarai oleh RIKY HENDRO PRAWIRO (Lk), Lamongan, (25/10/1991), swasta, Glagah Rt 03 Rw 03 Glgah Lamongan. Lawan sepeda motor Honda Vario No.Pol.: W 5869 CV yang dikendarai DIO PRIYAN RAHMADANI (Lk),  Surabaya, (2202/1995) swasta, Dukuh Kupang Timur XI/66 Rt 04 Rw 08 Pakis Sawahan Surabaya yg berboncengan dengan MOH. UMAN (Lk),  Gresik, (04/06/1985), swasta, Abar-abar Rt 03 Rw 02 Bungah Gresik lawan Kendaraan Truck Fuso Muatan No.Pol.: W 9022 UY yang dikemudikan oleh EKA PRIYAN CAHYONO. (Lk), Bojonegoro, (16/04/1972), swasta, Kendung Rt 02 Rw 01 Padangan Bojonegoro.
Sewaktu Sepeda motor Honda Supra yang dikendarai oleh RIKY HENDRO PRAWIRO yang berjalan dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sedang sesampainya di depan puskesmas Karangandong  dari belakang (arah yang sama ) ada sepeda motor honda Vario yang dikendarai oleh DIO PRIYAN RAHMADANI dan  MOH. UMAN yang berjalan dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak bagian belakang sepeda motor yang dikendarai oleh RIKY HENDRO PRAWIRO sehingga RIKY jatuh ke arah bahu jalan kiri DIO dan Sdr. UMAN jatuh ke tengah jalan dan di lindas oleh Truck yang dikemudikan oleh EKA PRIYAN CAHYONO dan truck posisi rem blong yang berjalan dari arah yang sama (utara ke selatan ) akibat laka lantas tersebut RIKY mengalami luka lecet ditangan kanan  DIO dan UMAN Meninggal Dunia di Tkp selanjutnya ke 3 korban di bawa ke Rumkit Anwar Medika Lanjut 940 Gresik.
Menurut keterangan Kanit Lantas Polsek Driyorejo Iptu Pariyana dari pihak kepolisian sektor Driyorejo dan pihak tol sudah memasang rambu-rambu tengkorak lebih 6 pcs disekitar area terjadinya laka lantas dengan tujuan pengguna jalan harus hati-hati sering terjadi kecelakaan mengakibatkan maut, terutama sering terjadi dari pihak pengguna jalan dari luar kota, harapan Kanit Lantas Iptu Pariana pengguna jalan terutama dari luar kota berhati-hati. ( Bbh.)





Pelepasan 44 Calon Jamaah Haji Driyorejo Penuh Nuansa Berkah Dan Hikmah

GRESIK,RI -- Pemberangkatan dan Pelepasan Jamaah Haji sebanyak 44 orang Kloter 67 dibawah koordinir MWCNU Driyorejo Tahun 2017 Kecamatan Driyorejo bertempat di Masjid Baitur Rahman Desa Tenaru Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik, Sabtu (19/08/17).
Para calon Jamaah Haji datang di Masjid Baitur Rohman, Setelah pembukaan oleh panitia acara di awali dengan Pembacaan Istighosah yang dipimpin KH. Abdul Rohman. Dan dilanjutkan Sambutan Sambutan pertama Wakil Rois Syuryah oleh MWCNU Driyorejo KH. Kholil Burhan. Dan dilanjutkan Sambutan Forkopimka Driyorejo oleh Camat Driyorejo Satriyo Utomo S.Psi M.Si yang didampingi Danramil 0817/01 Driyorejo Kapten Inf. Kasdi dan Kapolsek Driyorejo Kompol Sukri S.Psi M.Si.
Mengucapkan,”terima kasih atas kehadiran seluruh para undangan dan calon jamaah Haji Kloter 67 Kecamatan Driyorejo berjumlah 44 jamaah calon Haji. ”ucap Camat Driyorejo,” agar menjadi Haji yang Mabrur, agar para calon jamaah Haji tetap fokus beribadah jangan main HP/Medsos.” ucap Danramil 0817/01 Driyorejo, ”Jaga terus tutur kata dan sikap serta tingkah laku selama melaksanakan ibadah haji. Titip didoakan agar masyarakat Kecamatan Driyorejo lebih baik, tentram dan damai serta bisa menyusul ke Ibadah ke Makkah.” Ujar Kapolsek Driyoejo.
Camat Driyorejo berpesan,” agar calon jamaah Haji berjumlah 44 orang nantinya juga agar kembali 44 orang jamaah Haji.” ucapnya dan sekaligus membuka dan meresmikan langsung pemberangkatan serta pelepasan jamaah Haji Kecamatan Driyorejo Tahun 2017. Dan diakhiri do’a yang dipimpin oleh KH. Alu Ayyubi. Dan dilanjutkan Sholat Ashar Berjamaah. Dan dilanjutkan prosesi pemberangkatan dan pelepasan jamaah Haji.
Undangan yang hadir dalam pelepasan calon haji, Forkopimka Driyorejo – Camat Driyorejo Satriyo Utomo S.Sos M.Si. Danramil 0817/01 Driyorejo Kapten Czi. Kasdi. Kapolsek Driyorejo Kompol Sukri S.Psi M.Si. Para jajaran Staf Forkopimka Driyorejo. Ketua MWCNU Driyorejo dan para pengurus beserta panitia pemberangkatan jamaah Haji. Para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Wilayah Kecamatan Driyorejo, para undangan sekitar kurang lebih 1.000 orang.
Personel pemantauan kegiatan 1. Anggota Koramil 0817/01 Driyorejo. 2. Anggota Polsek Driyorejo. 3. Anggota Linmas Wilayah Kec. Driyorejo. 4. Anggota Banser Wilayah Driyorejo. ( Bbh.)





Posyandu Orang Mengalami Gangguan Jiwa

BLITAR,RI - Berjoget bersama mengikuti alunan musik dangdut, sesekali canda keluar dari peserta joget diiringi musik dangdut di halaman Kantor Desa Jajar Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, Rabu (6/9/2017). Senam pagi ini rutin dilakukan sebulan sekali, di minggu pertama setiap bulan. Meski gerakan para peserta joget nampak sesukanya, namun keceriaan nampak diwajah para peserta joger ini. Sinar mentari yang mulai menampak, menghangatkan suasana senam pagi ini.
Usai berjoget para peserta ini dipanggil satu persatu untuk diperiksa kesehatannya. Para peserta datang dengan didampingi oleh keluarga masing-masing. Pemeriksaan juga mencakup perkembangan jiwa masing-masing peserta, maklum saja, karena mereka penderita gangguan jiwa.
Tidak jarang para peserta joget pagi di Posyandu Jiwa ini sebelumnya dipasung, bahkan hingga bertahun-tahun. Namun pendampingan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat, bahwa gangguan jiwa dapat disembuhkan dibutuhkan untuk para warga yang memiliki keluarga dengan ganggun jiwa. "Warga pada umumnya memilih jalan pintas dengan memasung atau merantai, sehingga membuat penderita gangguan jiwa lebih depresi," ungkap Drg. Yuni Sri Wulandari, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, di Posyandu Jiwa, Rabu (06/9).
Usai diperiksa kesehatannya, para peserta juga diberikan obat-obatan agar tetap dapat mengendalikan emosinya. Para peserta joget inipun kemudian mengikuti latihan ketrampilan kemandirian. "Ada juga penderita yang sudah dapat bekerja, dan kembali ke masyarakat dengan baik," ungkapnya.
Yuni Sri Wulandari mengatakan, posyandu jiwa ini targetnya bebas pasung dan memanusiakan manusia dengan gangguan jiwa. "Walaupun mereka gangguan jiwa, tetapi mereka juga berhak menjadi manusia seutuhnya. Diterima dikehidupan sehari-hari, dihargai, diberi kesibukan seperti layaknya manusia yang bersosialisasi dengan lainnya. Jadi di posyandu jiwa ini kami beri pengetahuan bagaimana menangani, jika ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dengan kontrol penanganan dari Dinkes oleh staf yang ahli dibidangnya ," ucap Yuni ditemui disela acara.
Data dari Puskesmas Talun, sejak tahun 2010 mereka menangani pasien dari 14 desa sejumlah 123 pasien. Dalam rentang waktu itu, ada 9 pasien berhasil dibebaskan dari pasungan dan 50% sudah bisa adaptasi bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya. Kegiatan posyandu jiwa biasanya dilaksanakan di Puskesmas Talun. Satu bulan sekali mereka rutin kontrol untuk mendapatkan obat sekaligus konsultasi kondisi psikisnya.
"Alhamdulillah saat ini Kecamatan Talun bebas pasung . Kami sangat berharap peran serta masyarakat untuk melaporkan ke kami jika memang ada anggota keluarganya yang terindikasi gangguan jiwa sehingga bisa ditangani dengan cara yang baik dan benar ," jelas koordinator Posyandu Jiwa Kecamatan Talun, Sri Endah. Diantara pasien posyandu jiwa yang dinyatakan pulih adalah Binti Nualifah (34). Binti merupakan warga Dusun Tawang Desa Bendosewu. Selama enam tahun Binti menjalani rawat jalan dari Puskesmas Talun.  Sebelumnya, telah dua kali dia masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang.  Binti yatim piatu sejak berusia 7 tahun. Saat ini dia dirawat saudara dari ibunya.
"Obat saya minum kalau kepala saya mulai pusing. Kata bu dokter, pokok kalau mulai terasa pusing disuruh langsung minum obat. Tetapi tidak tiap hari. Alhamdulillah saya sekarang sudah bisa kerja," katanya dengan mata berbinar.
Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Gatot Darwoto menyatakan, pihaknya akan mendukung program dinas kesehatan tersebut. "Kami dukung sepenuhnya program dinas kesehatan ini, karena sangat bagus dan dibutuhkan bagi warga kita yang menderita gangguan jiwa ," pungkasnya. (Kam)


sidikkasus-ri

Komentar