Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72

Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72
Desa Tambar – Jogoroto – Jombang

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA
KPH MOJOKERTO MEMBAGIKAN HEWAN QURBAN DI BKPH KAMBANGAN ADM KPH MOJOKERTO ASPER BESERTA STAFF BPKH DR. BUDI WIDODO

BOJONEGORO,RI - Bupati Harapkan UMKM Sektor Baru Perekonomian Rakyat - Media radar indonesia Sidik Kasus Ri








BOJONEGORO,RI - Memasuki hari kedua temu usaha peluang pengembangan kewirausahaan sosial melalui koperasi yang digelar oleh Exxon Mobil dan Yayasan Bina Swadaya menggelar pertemuan yang menghadirkan pihak perbankan, pengusaha dan pelaku usaha di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Acara yang berlangsung di Ruang Partnership Lantai 4 Gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (6/9) pagi tadi di buka secara resmi oleh Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto, Msi.
Hadir dalam kesempatan ini perwakilan dari Bank Indonesia serta perbankan yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Bupati Bojonegoro, Kang Yoto, mengawali pertemuan ini memperkenalkan seluruh peserta yang hadir dalam kesempatan ini. Mulai Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Pelaku Usaha dari berbagi sektor dan tamu undangan lain. Menurut Bupati tak sekedar mengenalkan dengan mengetahui dan akhirnya berkenalan nantinya akan berlanjut pada adanya kerjasama. Bupati menegaskan bahwa ekonomi riil seperti ini harus tumbuh dan berkembang baik yang bergerak di bidang produsen, pedagang ataupun sektor jasa.
Sektor ini dinilai memberi banyak kontribusi mulai penyerapan tenaga kerja dan munculnya industri dan ekonomi kreatif. Kepada seluruh peserta Bupati mengingatkan pentingnya untuk promosi atau istilah banyak berbicara tentang usaha atau sektor yang dilakukan. Istilah jawanya adalah Gedabrus yang bermakna positif, dari Gedabrus ini menjadi naik tingkat menjadi rembugan atau berdialog.
Saling berdialog untuk meningkatkan hidup, berkomunikasi melalui kata-kata dan dialoq ini juga bermakna membuang prasangla untuk mewujudkan cita-cita masa depan yang lebih baik. Diharapkan dengan pertemuan ini akan menambah ilmu dan menghadirkan masa depan yang lebih baik dengan bersama-sama.
Dave A Setha selaku Public Goverment Affair Exxon Mobil menjelaskan bahwa pihaknya melalui Program Pendukung Operasional (PPO) mendukung pelaku usaha di sekitar kawasan eksplorasi untuk mengembangkan diri. Bahkan pihaknya menggandeng pihak ketiga yakni Yayasan Bina Swadaya untuk melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha dan KSM. Dilaporkan bahwa Program  Pendukung  Operasional  Exxon  Mobil dilakukan di 20 desa di Kabupaten  Bojonegoro  dan Tuban.  Dengan rincian  14 desa di Kecamatan  Gayam  dan Kalitidu  Kabupaten Bojonegoro,  sedangkan untuk  wilayah  Tuban ada 6 desa di Kecamatan  Palang,  Semanding  dan Plumpang. Beta menuturkan  setidaknya terdapat 22 Kelompok  Swadaya  Masyarakat  dan  3 Koperasi  di dua kabupaten.  Untuk Bojonegoro  ada 16 KSM  di 14 desa di Kabupaten Bojonegoro dan 6 KSM  di 6 desa  di Kabupaten Tuban. 
Sebelumnya, Tristanto Ari Wibowo selaku panitia penyelenggara melaporkan bahwa undangan yang akan dihadirkan sebanyak 135 pelaku usaha di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Dijelaskan 4 tahun program ini dilakukan dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat berbasis pertanian, peternakan, perikanan dan home industri khususnya olahan pangan.
Meningkatkan produktivitas para pelaku usaha dengan budidaya yang berbasis lingkungan dan potensi lokal. Selain itu diharapkan adanya MoU bersama natara pelaku usaha dan pasar potensial, MoU antara pelaku usaha dan Dinas terkait untuk membantu mengembangkan usaha mereka. (Edi)







Di Duga Oper Dosis Wanita asal Mojokerto Di Temukan tewas Di Home Stay

MOJOKERTO,RI - Wanita penjaga  toko busana Edy Trisning Wati (44) tewas di kamar sebuah homestay Desa Seloliman, Trawas, Mojokerto, Jumat (8/9/2017). Korban diduga tewas akibat overdosis obat saat tidur dengan pria idaman lain (PIL).
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Budi Santoso mengatakan, korban yang sudah tidak bernyawa baru dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Prof. Dr. Soekandar, Mojosari pukul 20.00 WIB. Pemeriksaan baru dilakukan setelah keluarga korban tiba. "Hasil visum luar terhadap korban tidak kami temukan tanda-tanda kekerasan," kata Budi kepada media di kamar jenazah, wanita asal Desa Randuharjo, Pungging, Mojokerto itu sehari-hari bekerja di sebuah toko busana Jalan Raya Krembung, Sidoarjo sebagai penjaga.
Pagi sekitar pukul 10.00 WIB, Wati meninggalkan toko. Dia dijemput seorang pria. Pria tersebut adalah Pairin (46), warga Desa Petiken, Driyorejo, Gresik. Pairin adalah pria lain di hati Wati karena Wati sendiri masih mempunyai suami. "Sekitar pukul 13.00 WIB korban bersama PIL-nya menginap di homestay Desa Seloliman, Trawas," ujarnya. Saat berada di kamar sekitar 30 menit dengan selingkuhannya, korban mengalami kejang-kejang. Pairin pun memberitahukan kondisi Wati ke resepsionis homestay. Lantaran kondisi korban lemas, pengelola homestay memanggil bidan Puskesmas Trawas agar korban mendapat penanganan medis. "Korban dinyatakan meninggal pukul 14.00 WIB. Setelah itu jenazah dibawa ke Puskesmas Trawas sambil menunggu keluarganya," terangnya.
Untuk memastikan penyebab kematian korban, jenazah dievakuasi ke RSUD                     Prof. Dr. Soekandar, Mojosari. Namun, menurut Budi, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Sehingga petugas hanya melakukan visum luar. Menurut dia, Wati diduga tewas akibat overdosis obat. Hal itu diperkuat dengan temuan sejumlah jenis obat-obatan yang dikonsumsi korban di homestay. Terlebih lagi tidak ditemukan bekas penganiayaan pada tubuh korban. "Setelah keluarga membuat surat pernyataan tidak bersedia diautopsi, jenazah korban kami serahkan ke keluarga," jelasnya. Sementara pasangan selingkuh korbani, saat ini menjalani pemeriksaan di Polsek Trawas. "PIL-nya masih di-BAP oleh Polsek Trawas.  ( Bram )







Kecelakaan Di Jalur Mojokerto – Lamongan Tewaskan 4 Korban Jiwa

MOJOKERTO,RI - Korban tewas kecelakaan mobil Isuzu Panther oleng di jalur alternatif Mojokerto-Lamongan, Desa Cendoro, Dawarblandong jadi empat orang. Satu korban meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit dan korban 3 lainnya tewas di tempat kejadian. Kasat Lantas Polres Mojokerto AKP Edwin Nathanael mengatakan, Khoirul Anam (17) menghembuskan nafas terakhir di RS Rekso Waluyo, Kota Mojokerto. "Korban sempat koma akibat luka parah di kepala, sedang lainnya meninggal di Tkp, kecelakaan ini terjadi saat Khoirul dibonceng kakaknya Wahyu Rizki Aji (21) mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J nopol S 2548 QO. Sedangkan paman korban Mochamad Munir (47) membonceng Tutik Rahayu (36) dan Ages (10) mengendarai motor Suzuki Shogun nopol S 5494 NA. Tutik merupakan adik ipar Munir, sedangkan Ages anak kandung Munir. Kelima korban hendak pulang setelah menghadiri hajatan pengantin di Lamongan.
Satu keluarga asal Desa Sambilawang, Dlanggu, Mojokerto ini ditabrak mobil Isuzu Panther nopol W 1069 XG dari arah berlawanan, Rabu (6/9) sekitar pukul 20.30 WIB, Rabu (6/9). Tiga orang tewas di lokasi. Mobil yang dikemudikan Sugianto Atmaja (35), warga Desa Bektiharjo, Semanding, Tuban itu tiba-tiba oleng ke jalur berlawanan saat melaju dari arah Mojokerto ke Lamongan.
Edwin menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum bisa menarik kesimpulan penyebab kecelakaan maut tersebut. Pasalnya, keterangan baru didapatkan dari sopir Panther. Sementara satu-satunya korban selamat saat ini menjalani operasi di RS Rekso Waluyo sehingga belum bisa dimintai keterangan.
"Versi sopir Panther menabrak motor karena menghindari truk dari arah berlawanan, tetapi keterangan saksi di TKP saat kecelakaan tidak ada truk yang melintas. Ini yang masih kami dalami," terangnya. Selain menunggu keterangan korban selamat, tambah Edwin, pagi tadi pihaknya melakukan olah TKP ulang. Tes urine juga telah dilakukan terhadap sopir Panther. Namun, hingga siang ini dirinya belum menerima hasil tes tersebut. "Yang pasti orang itu (sopir Panther) lalai karena tidak bisa melakukan upaya penghindaran dengan baik," tandasnya. (Bram)







Pesta Miras Sejumlah Pelajar Di Mojokerto Di Amankan Polisi
MOJOKERTO,RI - Saat dilakukan pengerebekan dilokasi sejumlah pelajar semburat dan beberapa pelajar berhasil diamankan Petugas dari Kepolisian Sektor (Polsek) Pungging, dengan serta merta menggerebek pesta miras mereka di Terminal Baru Mojosari, kemarin. Tiga pelajar yang tidak berhasil meloloskan diri akhirnya diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Ketiganya, dari salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Kec. Mojosari tersebut, masing-masing ber-inisial yakni PW (15) dan BN (15) asal Kec. Ngoro serta BD (15) asal Kec. Kutorejo. " Para pelajar yang terjaring langsung dibawa ke Mapolsek Pungging untuk dilakukan pendataan, "ungkap Kapolsek Pungging, AKP Edi Purwo Santoso.
Setelah didata ternyata, Mereka dari sekolah yang sama, " selain kita lakukan pendataan juga kita panggil orang tuanya," kata Kapolsek. Penggerebekan pesta miras ini dilakukan setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat. Saat petugas datang, para pelajar tersebut tengah asyik mengkonsumsi miras dan masih menggenakan seragam sekolah.
" Begitu petugas datang, para pelajar ini langsung berlarian. Namun dengan sigap petugas berhasil mengamankan tiga pelajar tersebut, " ujar Kapolsek. Selain menggiring para pelajar ini ke Mapolsek, Petugas juga mengamankan delapan motor milik para pelajar yang lari. (Bram)



sidikkasus-ri

Komentar