Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72

Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72
Desa Tambar – Jogoroto – Jombang

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA
KPH MOJOKERTO MEMBAGIKAN HEWAN QURBAN DI BKPH KAMBANGAN ADM KPH MOJOKERTO ASPER BESERTA STAFF BPKH DR. BUDI WIDODO

KUDUS,RI - Kejaksaan Dan Polres Diminta Segera Menyikapi Kasus Pemeliharaan Dan Perawatan Lampu Jalan Umum (LPJU) - Media radar indonesia Sidik Kasus Ri

             KUDUS,RI - Kabupaten Kudus yang terletak di propinsi Jawa Tengah dikenal dengan sebutan kota keretek karena disini banyak perusahaan rokok seperti perusahaan Rokok Jarum, Jambu Bol Sukun dan Noyorono. Bahkan akhir-akhir ini Kabupaten Kudus sedang gencar-gencarnya membangun taman di berbagai tempat bahkan sampai ke wilayah pelosok desapun di bangun taman. Namun sayangnya di wilayah perkotaan dan jalan antara kecamatan masih banyak lampu jalan yang mati dan tidak berfungsi.
Dinas cipta karya dan tata ruang Kabupaten Kudus yang menangani di bidang lampu jalan umum (LPJU) yang disebelumnya di tangan dinas ESDM pada tahun 2017 ini dialihkan ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Sampai saat ini belum ada tindakan sedikitpun tentang lampu jalan yang mati. Berdasarkan hasil investigasi awak media, dibeberapa ruas jalan antara lain Jalan Besito Kecamatan Gebog. Jalan di desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo, jalan menuju ke Desa Bae Kecamatan Bae bahkan di tengah-tengah kota tepatnya di Kelurahan Purwosari terlihat masih banyak lampu jalan yang sampai saat ini belum diperbaiki atau diganti oleh pihak Cipta Karya.
Proyek Lampu Jalan Penerangan Umum ( LPJU ) tahun 2017 ini sebetulnya cukup besar yang nilainya milyaran rupiah. Namun mengapa pihak Dinas Cipta Karya yang diberikan tanggung jawab menangani sepertinya tidak begitu mengindahkan dan terindikasi tidak dilaksanakan. Bahkan anggaran perawatan lampu jalan yang nilainya ratusan juta rupiah belum bisa dibuktikan di lapangan. Dan ini hendaklah menjadi catatan untuk penegak hukum baik itu kejaksaan maupun team tipikor Polres Kudus. Untuk memeriksa Kabid LPJU Cipta Karya Rasiono yang bertanggungjawab dalam proyek ini.
Kasus Perawatan Lampu Jalan Umum (LPJU ) ini tidak hanya tejadi pada tahun 2017 ini saja melainkan hampir setiap tahunnya banyak menimbulkan pertanyaan tentang pelaksanaannya. Pihak penegak hukum baik itu dan kejaksaan maupun dari Polres Kudus hendaklah memeriksa hasil bukti pengadaan lampu jalan yang terindikasi adanya tidak sesuai dengan Speck (RAB ). Karena setiap lampu jalan yang baru diganti tidak pernah bertahan sampai 2 bulan. Sehingga patut diduga adanya tidak sama dengan merek yang tercantum di dalam RAB. ( RI.189.)





Kemeriahan Perayaan Idul Adha 1438 H di Desa Sriwulan Sayung Demak

DEMAK,RI - Perayaan Idul Adha 1438 H di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak berlangsung sangat meriah. Kamis malam, 31 Agustus 2017, arak-arakan pawai obor diiringi gema takbir bersama yang diikuti ratusan masyarakat Desa Sriwulan berjalan dengan lancar dan penuh dengan kegembiraan. Dengan berjalan kaki mengelilingi jalan protokol, para jamaah takbir dengan penuh antusias mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid, sebagai tanda kemenangan dalam memaknai prosesi pengorbanan diri Nabi Ismail as yang melaksanakan perintah dari Allah SWT melalui mimpi Sang Ayah, Nabi Ibrahim as. Tua-muda, anak-anak hingga lanjut usia, semuanya berbaur menjadi satu menyusuri kampung. Ada yang sambil membawa kambing kurban untuk ikut diarak.
Jum'at pagi, 1 September 2017, warga berduyun-duyun menuju masjid untuk melaksanakan shalat Idul Adha. Setelah menjalani rangkaian shalat Idul Adha di beberapa masjid di Desa Sriwulan, warga langsung melanjutkan dengan aktifitas pemotongan hewan kurban yang telah diserahkan kepada masing-masing panitia dan takmir masjid, di antaranya Masjid Uswatun Khasanah, Masjid Al Fatah, dan Masjid Baitul Huda.
Menurut informasi yang diperoleh dari sumber wartawan RI, jumlah hewan kurban untuk tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu. Untuk tahun ini, Desa Sriwulan memperoleh hewan sapi kurban sebanyak 14 ekor. Sedangkan untuk hewan kurban kambing sekitar 60 ekor. Itu belum termasuk yang disembelih sendiri atau tidak diserahkan kepada panitia hewan kurban yang ada di tiap-tiap masjid atau lingkungan. Perolehan hewan kurban untuk Desa Sriwulan dibandingkan dengan desa-desa yang lain di daerah Kecamatan Sayung sangatlah tinggi.
Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Masjid Baitul Huda dilakukan oleh K.H. Musta'in, yang juga selaku imam masjid tersebut. Menurut Bapak Suharto, selaku Ta'mir Masjid Baitul Huda, hasil pengumpulan hewan kurban di wilayah RW 07 Desa Sriwulan adalah sebanyak 13 ekor kambing dan 3 ekor sapi. Salah satu sapi hewan kurban adalah dari keluarga Darmanto, salah seorang tokoh masyarakat di wilayah RW 07.
Pembagian daging hewan kurban di wilayah ini dilaksanakan dalam suatu kepanitiaan yang diketuai oleh Nur Azis. Menurut ketua panitia, masing-masing kepala keluarga mendapatkan pembagian daging hewan kurban seberat 1,25 kg.  (Tapsuri.)





Polres Pemalang, Haornas ke-XXXIV 2017 “Olah Raga Menyatukan Kita”

PEMALANG,RI – Polres Pemalang Polda Jawa Tengah melaksanakan upacara bendera dalam rangka Peringatan Hari Olagraga Nasional Ke-XXXIV tahun 2017 di halaman Mapolres Pemalang. Sabtu (09/09/2017). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolres Pemalang AKBP Agus Setyawan HP. S.H., S.I.K. dengan peserta upacara terdiri dari Waka Polres Pemalang, Para Kabag, Kasat, Kasi, Perwira Staf Polres Pemalang dan seluruh anggota Polres Pemalang.
Dalam sambutannya Kapolres Pemalang membacakan amanat dari Mentri Pemuda dan Olahraga RI,  Menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Kementrian Pemuda dan Olahraga telah secara resmi meluncurkan gerakan “Ayo Olahraga” Dalam program ini, kami harapkan semua komponen bangsa untuk bahu membahu menggerakkan seluruh lapisan masyarakat baik pelajar, mahasiswa, pekerja Ikaryawan untuk aktif utamanya melalui olahraga secara rutin dan teratur.
Ada tiga kegiatan utama yang kami fasilitasi kepada masyarakat pada tahun 2017 ini yakni, “Gowes Pesona Nusantara”, Gala Desa” dan Liga Sepak bola Pelajar Berjenjang” ketiga kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar mau bergerak, terbiasa melakukan aktifitas fisik sehingga menjadikan olagraga sebagai gaya hidup (Lifstyle).
Sesuai dengan tema hari Olah raga nasional tahun 2017 ini yakni “Olah Raga menyatukan kita” maka terkandung makna bahwa melalui olah raga tumbuh kembali semangat cinta tanah air, cinta budaya bangsa, memahami berbagai perbedaan, menyatukan jiwa dan semangat kebangsaaan, berolah raga akan menguatkan nilai-nilai sportifitas, persaudaraan, dan kerja sama, fair play serta rasa saling menghargai dan menghormati. Nilai-nilai yang ada dalam olah raga akan mempererat rasa persatuan dan kebangsaan kita, sehingga kesemuanya selaras dengan program pemerintah tentang “Revolusi Mental”
Pada kesempatan yang berbahagia ini saya sampaikan dan ingatkan bahwa tahun 2018 bangsa Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk ASEAN GAMES di Jakarta dan Palembang serta ASIAN PARA GAMES di Jakarta, diharapkan kepada seluruh bangsa ini berperan aktif sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, saya berikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh komponen bansga baik di pusat maupun di daerah, yang telah menggerakkan masyarakat untuk berolah raga dan bekerja keras untuk membina para atlet sehingga mencapai prestasi terbaik. (Tatas)


Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) Di Kabupaten Kudus Secara Bersama-sama Melaksanakan Pemotongan Hewan Kurban




KUDUS,RI - Dalam rangka memeriahkan dan menyambut hari raya Idul Adha (hari raya kurban ). Segenap kepala sekolah menengah tingkat pertama (SMP ) sekabupaten Kudus melaksanakan pemotongan hewan kurban di sekolah masing- masing. Pelaksanaan dilakukan satu hari setelah hari raya Idul Adha. Adapun sekolah yang melaksanakan antar lain SMP 2 Kota, SMP 1 Kota, SMP 2 Kaliwungu, SMP 1 Kaliwungu, SMP 2 Gebog, SMP 1 Gebog, SMP 3 Dawe, SMP 2 Undaan , SMP 1 Jati, SMP 2 Jati, SMP 4 Kota, SMP 2 Bae, SMP 2 Mejobo.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun awak media ini dari ketua perkumpulan Kepala sekolah SMP Negeri Se Kabupaten Kudus (MKKS )                   Sujarwo, S.Pd yang juga Kepala Sekolah SMP 2 Kota, mengatakan kami dari sekolah melaksanakan pemotongan hewan Kurban pada setiap hari raya Idul Adha (Hari raya kurban). Sudah sering kami lakukan di setiap tahun.




Saat ditanya dari mana saja hewan-hewan ini didapatkan Sujarwo,S.Pd mengatakan hewan-hewan ini kami dapatkan ada yang dari sumbangan orang tua wali murid, sumbangan para guru yang mengajar di sekolah masing-masing dengan menyisihkan sedikit rezekinya disetiap mendapatkan gaji atau disaat mendapatkan Sertipikasi, Para guru dengan secara ikhlas dan tanpa paksaan mengumpulkan uang untuk dikumpulkan agar bisa membeli hewan korban dari hasil tabungan secara bersama-sama dengan guru dan kepala sekolah. Selain itu ada juga sumbangan dari perusahaan yang ada di kabupaten Kudus seperti Perusahaan Rokok Sukun. Bahkan tidak terlepas juga dari para siswa yang bersama teman-temannya secara berkelompok menyisihkan sedikit rezekinya untuk membeli hewan kurban agar bisa ikut melaksanakan kurban pada hari raya Idul Adha, ini meskipun hanya seekor kambing para siswa ini sudah mulai bisa belajar menyumbangkan hewan kurbannya untuk dimanfaatkan bagi yang membutuhkannya.
Sujarwo, S.Pd dalam keterangannya mengatakan  hewan yang kami kurbankan ini antara lain ada sapi, kerbau dan juga kambing. Dan daging hewan yang sudah kami potong ini kami bagikan kepada semua siswa dan para masyarakat lingkungan sekolah yang di anggap pantas menerimannya. Dan ini menunjukkan rasa bersatu dan kesatuan antara sesama guru dan Kepala sekolah di kabupaten Kudus ini cukup terbina sekali.
Menurut Sujarwo, S.Pd dirinya selaku Ketua MKKS di kabupaten Kudus ini, sangat berhati-hati sekali dan selalu mengingatkan kepada semua kepala sekolah dan guru di kabupaten Kudus ini, agar jangan sekali-kali melakukan pungutan dengan alasan apapun kepada siswa didiknya. Sehingga sekolah di kabupaten Kudus ini harus bebas dari semua jenis pungutan. ( Andr / Sw. )





Sesosok Laki-Laki Tanpa Identitas Meninggal Dunia Gegerkan Terminal Pemalang

PEMALANG,RI - Kamis (07/09/2017) Pukul 14.00 Wib di Taman komplek Terminal induk ikut Jalan Slamet Riyadi Kel.Pelutan Kec/Kab.Pemalang digegerkan adanya seorang laki-laki tanpa identitas meninggal dunia. Adapun ciri-ciri korban berumur sekitar 35 tahun, kulit sawo matang, rambut pendek hitam, tinggi badan sekitar 170 cm, badan kurus, berkumis dan berjenggot, menggunakan kain tapih batik warna coklat dan kaos kaki warna abu-abu.
Kejadian berawal pada saat Mistofa, 47 th, PNS Dishub sedang bekerja di terminal induk Pemalang diberitahu oleh seorang penumpang bus, bahwa ada sesosok laki-laki yang tergeletak di taman komplek terminal, mendapat informasi tersebut Mistofa langsung cek lokasi tersebut, ternyata benar bahwa di taman komplek terminal terdapat sesosok laki-laki tergeletak dalam keadaan meninggal dunia.”ujar Mistofa.
Selanjutnya Mistofa langsung menghubungi Polsek Pemalang Kota Polres Pemalang Polda Jateng, oleh petugas Polsek korban langsung dibawa ke RSUD Dr. M Ashari Pemalang untuk dilakukan pemeriksaan oleh Dr.Yosie yang merupakan tim medis Puskesmas Mulyoharjo. Dari hasil pemeriksaan tim medis puskesmas, bahwa korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan, korban diperkirakan gelandangan dan korban meninggal dunia karena sakit.” jelas Dr .Yosie.
“Kapolsek Pemalang Kota AKP Tarhim, S.H. membenarkan kejadian tersebut dan sampai saat ini belum ada laporan masyarakat mengenai keluarga yang hilang sehingga identitas mayat belum bisa diketahui, selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak Kelurahan Pelutan yang merupakan TKP setempat untuk dimakamkan.”pungkas Kapolsek Pemalang. (Tatas)


sidikkasus-ri

Komentar