Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72

Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72
Desa Tambar – Jogoroto – Jombang

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA
KPH MOJOKERTO MEMBAGIKAN HEWAN QURBAN DI BKPH KAMBANGAN ADM KPH MOJOKERTO ASPER BESERTA STAFF BPKH DR. BUDI WIDODO

LAMONGAN,RI - SURABAYA RI - Bupati Fadeli Kurban 11 Sapi dan 20 Ekor Kambing - Media radar indonesia Sidik Kasus Ri




LAMONGAN,RI - Bupati Lamongan Fadeli dalam Idul Adha 1438 H kali meneruskan tradisinya untuk menyumbangkan hewan kurban di sejumlah tempat. Tahun ini Fadeli berkurban 11 sapi dan 20 ekor kambing.
            Salah satu hewan kurban yang disumbangkan itu diserahkannya kepada panitia Idul Adha di Masjid Al Azhar Lamongan. Sapi dengan bobot 800an kilogram itu diserahkannya seusai melaksanakan Sholat Id bersama keluarga Sekkab Yuhronur Efdndi dan sejumlah jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) di Masjid Al Azhar, Jum’at (1/9).   
            Disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan, selain di Masjid Al Azhar, hewan kurban milik Bupati Fadeli disebar di sejumlah tempat. Diantaranya di Masjid Agung Lamongan, Masjid Sunan Giri, kepada Panitia Sholat Idul Adha di Stadion Surajaya, Pondok Lansia Banjarmendalan, serta di sejumlah lokasi di Kecamatan Paciran, Ngimbang dan Glagah.
Sementara saat di Masjid Al Azhar, bertindak sebagai imam sekaligus khotib adalah Nadjih Ihsan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Beliau banyak mengulas bagaiman Islam, sesungguhnya menjadi penyumbang terbesar bagi Bhinneka Ika Tunggal Ika di Indonesia. Karena Islam melarang umatnya untuk mengunggulkan maupun merendahkan orang lain berdasarkan nasab keturunan dan asal-usulnya. Semua manusia, lanjut dia, pada mulanya adalah satu, berasal dari Adam dan Hawa.
Mereka yang terlahir dari etnis tertentu, tidak bisa memilih dia akan dilahirkan sebagai etnis apa. Lain lagi dengan agama dan ibadah yang merupakan pilihan, meski disitu kata dia ada unsur hidayah dari Allah SWT.
Apalagi untuk Saudara se-iman, diingatkan agar tidak menjelekkan kelompok lain. Karena bisa jadi yang dijelekkan itu lebih baik dari yang menjelekkan. “Islam itu justru sebagai penyumbang terbesar bagi terjaganya Bhinneka Tunggal Ika. Lain urusannya kalau itu berkenaan dengan ubudiyah, “ kata dia. ( Edi /Dwi)


Dengan Kartu Tani Diharapkan Subsidi Pupuk Tepat Sasaran

LAMONGAN,RI - Bupati Lamongan Fadeli mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat yang menerbitkan Kartu Tani, sehingga subsidi pupuk bisa tepat sasaran. Namun dia juga menagih kepada produsen pupuk agar bisa menjaga ketersediaan produknya bagi petani.
            “Kartu Tani ini program yang luar biasa, sehingga subsidi pupuk bisa tepat sasaran, hanya bisa diterimakan petani. Namun ada yang lebih penting lagi, semoga nanti pupuk ini juga bisa tepat waktu dan harga,“ ujarnya saat distribusi Kartu Tani di Pendopo Kecamatan Sugio, Kamis kemarin.
            Jangan sampai, lanjut dia, saat petani butuh, pupuknya tidak tersedia. Karena dari kebutuhan pupuk sebesar 90 ribu ton, berdasarkan Rencana Definitif kebutuhan Kelompok (RDKK), yang didapat Lamongan 50 ribu ton saja.
            Dia menyebutkan kondisi petani yang masih banyak berstatus petani gurem, memiliki lahan garakan kurang dari 0,5 hektare, harus bisa mendapat manfaat dari kehadiran Kartu Tani. “Mereka ini yang harus kita pikirkan kesejahteraannya. Produksi memang harus kita kejar untuk ditingkatkan, namun di sisi off farm juga harus dipikirkan,“ katanya menambahkan.
Dia menyebutkan akan melakukan segala upaya, agar petani bisa menikmati harga yang layak ketika produksi tinggi. Selain itu harus dilakukan upaya memberi nilai tambah pada produksi pertanian, untuk meningkatkan harga jualnya, sehingga bisa memberi kesejahteraan bagi petani.
            Kartu Tani di Lamongan ini penerbitannya bekerjasama dengan lembaga perbankan nasional. Kartu ini ditargetkan untuk diberikan kepada 121.335 orang petani. Hingga akhir Agustus, data yang sudah diolah bersama lembaga perbankan ini mencapai 64.825 petani di 121 desa. Sementara sisanya sebanyak 56.150 data petani akan dituntaskan di akhir September.
            Untuk mengakses fasilitas kartu ini, sudah ada 259 kios pengecer pupuk yang menjadi mitra. Kartu Tani ini selain untuk mengatur pemberian subdisi, juga nantinya untuk penyaluran kredit di bidang usaha pertanian serta sebagai database sektor pertanian.
            Sementara itu Dinas Pertanian Pangan dan Holtikultura dan Perkebunan Lamongan secara resmi sudah meminta penambahan alokasi pupuk. Itu terutama untuk mengantisipasi peningkatan luasan lahan tanam, mendukung Program Upaya Khusus (Upsus) Swasembada dan Usaha Tani Padi Jagung Kedelai (Pajale) serta Holtikultura.
            Luas tanam di Lamongan tahun ini naik 5 persen dari 153.733 hektare menjadi 160.633 hektare. Sementara realisasi tanamnya sudah mencapai 140.331 hektare atau baru 87,36 persen. “Sehingga masih terdapat 12,64 persen lahan lagi yang harus dikawal kecukupan pupuknya,“ ujar Plt Kadinas Pertanian Pangan dan Holtikultura dan Perkebunan Rudjito melalui Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan.
Lamongan tahun ini mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 146.152 ton. Dengan rincian 55.945 ton UREA, 15.615 ton SP-36, 17.713 ton ZA, 35.354 ton NPK, dan 21.525 ton Organik. Sementara secara keseluruhan, sisa alokasi pupuk yang ada sampai dengan bulan Juli 2017 untuk UREA tinggal 20.042,65 ton, SP-36 4.194,60 ton, ZA 6.141,50 ton, NPK 8.431,65 ton dan Organik tersisa 9.680,66 ton.
Oleh karena itu Dinas Ketahanan Pangan Holtikultura dan Perkebunan mengajukan usulan penambahan pupuk bersubsidi ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Propinsi Jawa Timur sebanyak 40.370 ton. Dengan rincian 11.175 ton UREA, 5.931 ZA, 6.505 ton SP-36, 12.511 ton NPK, dan 4.248 ton Organik. ( Edi )


Di Lamongan, NTP Jadi Indikator Kinerja


LAMONGAN,RI - Nilai Tukar Petani (NTP) di Lamongan tahun 2015 tercatat mencapai 102. Dengan upaya masif pengembangan pertanian jagung modern, Bupati Fadeli percaya di 2016 ada lonjakan NTP.
NTP sendiri menjadi penggambaran tingkat kesejahteraan petani. Yakni kemampuan daya beli petani untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan proses produksi pertanian selanjutnya. Komitmen Bupati Fadeli untuk meningkatkan kesejahteraan ini petani tersebut diwujudkannya dengan menjadikan NTP sebagai indikator kinerja yang harus dicapai. Sehingga setiap kebijakan dalam bidang pertanian, harus bisa menjadi pengungkit naiknya NTP.
            Salah satu yang secara masif dikembangkannya adalah pertanian jagung modern. Upaya ini sudah mulai menunjukkan hasil dengan naiknya produktivitas yang pada 2015 hanya berkisar antara 5 hingga 6 ton perhektar, menjadi 8 hingga 10 ton perhektar. “Pertanian jagung modern di Lamongan akan terus kami kembangkan untuk meningkatkan nilai tukar atau pendapatan petani. Pengembangan pertanain jagung modern ini sudah terbukti sukses menaikkan produktivitas, “ ujar Bupati Fadeli.
            Dia menyebutkan di 2017 ini demfarm jagung modern dikembangkan menjadi kawasan seluas 12 ribu hektar di 12 kecamatan. Diantaranya di Kecamatan Solokuro, Paciran, Brondong, Laren, Kedungpring, Sugio, Modo, Mantup, Sambeng, Ngimbang, Sukorame dan Bluluk. Selain memberikan pendampingan pertanian modern bagi petani di kawasan percontohan, Pemkab Lamongan juga memberikan sejumlah bantuan. Termasuk diantaranya benih jagung unggul dan sarana serta prasarana pertanian seperti traktor.
            Bupati Fadeli sengaja fokus pada peningkatan produktivitas, bukan pada perluasan lahan. Karena dengan demikian, petani pemilik lahan bisa secara langsung menikmati hasilnya. Seperti saat ini, dengan naiknya produktivitas jagung hingga 4 ton perhektar. Kenaikan tersebut menjadikan petani dengan luasan lahan yang sama, saat ini memiliki peningkatan kesejahteraan setara 4 ton perhektar, dibanding 2 tahun lalu.
             Tahun 2016 produksi jagung di Lamongan mencapai 372 ribu ton. Diharapkan dengan pertanian jagung modern, produksi jagung di Lamongan menembus angka 500 ribu ton lebih. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani yang dapat dilihat dari naiknya NTP.  Juga sebagai upaya untuk menjadikan indeks gini di Lamongan yang saat ini di angka 0,3, menjadi di kisaran 0,25 - 0,27. ( Edi/ Dwi)


Disebut Satu-satunya Yang Terapkan 1821

LAMONGAN,RI - Apresiasi tinggi diberikan Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Jawa Timur Imam Mahmudi pada Kabupaten Lamongan. Dia menyebut hanya Lamongan yang sudah menerapkan Program 1821 di Jawa Timur.
            Penerapan Program 1821 itu menjadi salah satu alasan dipilihnya Lamongan sebagai tuan rumah peringatan HUT Ke-12 Himpaudi tingkat Jawa Timur. Selain itu, Lamongan selama ini sudah dikenal memberikan perhatian pada kesejahteraan guru PAUD.
“Lamongan adalah satu-satunya Kabupaten/kota se-Jawa Timur yang menerapkan Program 1821. Tak hanya itu, Pemkab Lamongan juga sangat memperhatikan kesejahteraan Guru PAUD, “ jelas Imam Mahmudi saat di Alun-alun Lamongan, kemarin.
Peringatan HUT Himpaudi di Lamongan itu juga dihadiri Pengurus Himpaudi pusat Siti Fatimah Soenaryo. Dia mengkritisi keputusan pemerintah pusat yang mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 yang menetapkan bahwa Guru PAUD tidak masuk dalam kualifikasi guru formal.
Dia menyebut itu sebagai bentuk diskriminasi. Karena menurutnya, guru PAUD adalah pelukis masa depan, pembentuk karakter anak penerus bangsa. Jika tidak dipersiapkan akan berdampak permanen pada anak bangsa.
Sementara Bupati Fadeli di kesempatan yang sama mendorong agar di tahun 2018 nanti insentif bagi guru PAUD bisa ditambah melalui Dana Desa
 “Sudah ada petunjuk bahwa Daan Desa dapat digunakan untuk meningkatkan insentif Guru PAUD. Peraturan tersebut sampai dengan saat ini sudah dalam tahap proses, dan Insyaallah pada tahun 2018 mendatang sudah bisa dilaksanakan, “ ungkap Fadeli.
Fadeli juga mengungkapkan sampai dengan saat ini terdapat kurang lebih 6.400 guru PAUD di Kabupaten Lamongan. Sementara dari total 2.300 sekolah PAUD, sudah 302 lembaga telah terakreditasi.
Terkait Program 1821 dia menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan seluruh Camat untuk melakukan sosialisasi Instruksi Bupati Nomor 2 Tahun 2016 tentang Gerakan 1821.
“Kepala Dinas Pendidikan agar mengumpulkan komite sekolah dan juga orang tua untuk mensosialisasikan Gerakan 1821. Kepada Camat se-Kabupaten Lamongan juga agar disosialisasikan kepada Kades-Kades terkait Gerakan tersebut. Kita tidak boleh setengah-setengah, “ pesan dia dalam kegiatan yang juga dihadiri Bunda PAUD Lamongan Mahdumah Fadeli tersebut.
Dia memberi pesan tegas itu karena Program 1821 sebagai bagian dari pendidikan karakter. Untuk  menjadikan generasi muda Lamongan tidak hanya pandai namun juga berkarakter unggul. 
( EDI)


Ketua PKK Dorong Posyandu Profesional
   
LAMONGAN,RI - Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan Mahkdumah Fadeli mendorong pengelolaan Posyandu agar semakin profesional. Salah satunya dengan mengupayakan agar mendapatkan aspek legalitas. Karena dengan memiliki aspek legalitas berupa surat keputusan dari Dinas Kesehatan, Posyandu kemudian bisa memiliki hak untuk mengusulkan rencana anggaran melalui Anggaran Dana Desa (ADD).
Hal itu disampaikannya saat membuka Pembinaan dan Pengembangan Kader Psoyandu di Pendopo Lokatantra, kemarin. “Ini juga upaya mendorong penggunaan ADD agar semakin profesional, sehingga tidak melulu digunakan untuk infrastruktur, “ ujarnya.
Itu menurut dia juga sejalan dengan arahan yang disampaikan Bupati Fadeli saat HUT PAUD ke-12 di Alun-Alun Lamongan beberapa waktu lalu. Bahwa ADD juga bisa digunakan untuk pembangunan di berbagai bidang, termasuk untuk insentif bagi Guru PAUD dan operasional Posyandu.
“Jadi selain (anggaran) dari pemerintah daerah, Posyandu juga dapat membuat Rencana Anggaran yang kemudian diusulakan pada Kepala Desa, “ lanjut Makhdumah Fadeli. Untuk itu, Makhdumah Fadeli mendorong agar setiap posyandu untuk memiliki Surat Keputusan dari Dinas Kesehatan. Karena jika tidak mempunyai SK tersebut, maka Posyandu tidak bisa mengusulkan Rencana Anggaran.
Selama ini, bantuan yang diberikan Pemkab Lamongan kepada Posyandu tiap tahunnya berupa insentif untuk 5 kader di 27 kecamatan sebesar Rp. 50.000 per bulan. Kemudian Alat Peraga Edukatif (APE) untuk 27 kecamatan, dan bantuan seragam bagi 135 Kader.
Selain itu juga diberikan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita, balita gizi kurang, dan ibu hamil di 27 kecamatan. Dalam acara yang diikuti oleh 27 Camat beserta Ketua TP PKK Kecamatan dan Ibu Kades tersebut diberikan pembinaan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana. ( Edi /Anwar)

 





Gerakan Pesisir Berseri

SURABAYA,RI - Penanggulangan pencemaran di wilayah pesisir dan laut membutuhkan partisipasi dari semua pihak, menjamin keberlangsungan sumberdaya kelautan dan perikanan di wilayah pesisir dan laut serta untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan agar selalu memperhatikan kehidupan pesisir dan laut, maka Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui bidang P2 KP  melaksanakan kegiatan" Gerakan Pesisir Berseri" sebagai gerakan bersama untuk menumbuhkan kesadaran dan pertisipasi masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan ekosistem pesisir.  
Abdul Rozak selaku Kabid P2 KP membenarkan adanya kegiatan tersebut guna membangun kesadaran masyarakat agar tetap peduli dan menjaga keadaan ekosistem lingkungan" tegasnya. Gerakan Pesisir Berseri ini adalah mengikutsertakan elemen masyarakat atau steakholders dalam melaksanakan kegiatan bersih bersih pantai dan merehabilitasi ekosistem dengan menanam mangrove atau vegetasi pantai guna mewujudkan pesisir yang bersih dan lestari " Tambah Rozak.
Kegiatan ini telah dilaksanakan oleh UPT P2 SKP  Pondok dadap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur pekan lalu dengan melibatkan elemen masyarakat agar berpartisipasi dalam meningkatkan kepedulian terhadap wilayah pesisir. Wilayah pesisir sangat rentan terhadap perubahan iklim, sehingga berpotensi tinggi terjadinya kerusakan lingkungan, maka masyarakat diharapkan melalui Gerakan Pesisir Berseri ini bisa memotivasi dan menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya pesisir, laut dan ekosistemnya yang bersih untuk kehidupan masyarakat dan generasi yang akan datang. (Im)




Komentar