Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72

Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72
Desa Tambar – Jogoroto – Jombang

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA
KPH MOJOKERTO MEMBAGIKAN HEWAN QURBAN DI BKPH KAMBANGAN ADM KPH MOJOKERTO ASPER BESERTA STAFF BPKH DR. BUDI WIDODO

MADIUN KOTA RI - Cabuli Ketiga Siswinya, Oknum Guru Honorer Ditangkap Polisi - Media radar indonesia Sidik Kasus Ri



 Kota Madiun – Guru yang seharusnya digugu dan ditiru malah melakukan perbuatan yang tidak senonoh terhadap siswinya sendiri. Hal ini dilakukan oleh Anas Mustofa, oknum guru honorer, warga Desa Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun yang mengajar disalah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Madiun. Anas Mustofa berdalih ingin mengajarkan spiritual kepada siswinya, namun malah mencabulinya.
 Kapolsek Taman, Kompol Agus Suharyono mengatakan, peristiwa pencabulan tersebut berlangsung selama tiga hari berturut-turut mulai tanggal 21, 22, 23 Agustus 2017. Dan semuanya terjadi di lokasi yang sama yakni di tanggul atau tepi Sungai Ngebrak, Kelurahan Josenan sekitar pukul 19.30 WIB.
“Ini hanya akal bulus tersangka saja untuk memperdaya korban. Terpengaruh bujuk rayu guru cabul tersebut, ketiga siswi itu akhirnya mengikuti saja saat diajak untuk belajar spiritual di pinggir sungai,” kata Kapolsek Taman, Kota Madiun. Senin (04/09).
Dilanjutkan, berdasarkan keterangan korban kejadian berlangsung selama tiga hari berturut-turut mulai tanggal 21, 22, 23 Agustus 2017, dan seluruh korban dicabuli di lokasi yang sama di tanggul kali Ngebrak, serta pada jam yang hampir sama sekitar pukul 19.30 WIB.
“Terpengaruh bujuk rayu sang guru, para siswi ini mengikuti saja diajari di pinggir sungai, hingga sang guru leluasa meraba-raba bagian tubuh anak didiknya tersebut,” lanjut Kompol Agus.
Namun kelakuan menyimpang dari guru yang diperbantukan untuk mengajar kesenian ini tidak berlangsung lama, pasalnya ketiga siswi yang dicabulinya tersebut akhirnya buka suara dan menceritakan pada pihak sekolah. Saat ditanya, ketiga siswi tersebut digerayangi bagian-bagian vital, diraba-raba, namun tidak ditelanjangi. “Setelah Mendapat laporan dan disertai bukti-bukti akhirnya tersangka kita tangkap di rumahnya pada hari Kamis tanggal 31 Agustus 2017, dan saat ini tersangka kita titipkan di tahanan Polres Madiun Kota,” jelentreh Kapolsek Taman.
Tersangka nantinya diancam dengan pasal 76E undang-undang nomor 35 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun hingga 15 tahun. (Gg)





Di Sinyalir Terjadi Korupsi Pada Renovasi Pada Sebuah Sekolah Dasar Negeri, Kepsek Belum Bisa Ditemui

MAGETAN,RI - Di saat gencar-gencarnya Pemerintah maupun penegak Hukum baik Kepolisian, Kepolisian maupun Kejaksaan memberantas Korupsi, masih ada saja oknum-oknum yang ingin memperkaya diri sendiri dengan memanfaatkan uang rakyat baik melalui pembangunan infrastruktur maupun pemeliharaan dalam bentuk renovasi maupun rehabilitasi.
Seperti dugaan korupsi yang terjadi pada rehabilitasi bagian gedung sebuah  sebuah Sekolah Dasar Negeri yang nota bene sekolah adalah tempat menimba ilmu bagi generasi bangsa ini yang semestinya dibuat sedemikian layak agar para pelajar yang belajar disana merasa aman dan nyaman. Diduga rehabilitasi sekolah di SD N I Tinap Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan  terjadi penyimpangan yang mana dana awal yang seharusnya berjumlah sekitar Rp.135 juta namun membengkak hingga Rp.275 juta lebih dengan spesifikasi yang di duga tidak sesuai dengan rencana dengan sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017.
“Rehabilitasi itu sepertinya tidak sesuai rencana, misalnya bagian gedung yang harusnya di bongkat tetapi hanya di tambal sulam atau hanya dilapisi bagian luarnya saja tanpa di bongkar,” ungkap salah seorang Pegiat Ormas anti Korupsi yang belum bersedia namanya dikorankan.
Koran ini mencoba ingin mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Sekolah SD N I tersebut yakni Parni, namun menurut salah seorang Guru di sekolah tersebut Parni sedang rapat. ”Pak Parni sedang ada rapat di UPT D Sukomoro mas,” ungkap Sumino Guru yang di temui Koran ini di tempat.
Koran ini lalu mencoba menghubungi Parni lewat Ponselnya lantaran pemberitaan ini akan masuk redaksi dan perlu tanggapan dari Parni selaku Kepala Sekolah(10/09/17). Namun tidak memberikan kesempatan untuk bertemu padahal koran ini juga sudah menyampaikan lewat pesan singkat namun tidak di balas. ”Saya masih rapat penting mas jadi kapan-kapan saja ketemunya,” jawabnya dengan enteng. Koran ini masih akan mengikuti perkembangan berita ini dengan hal tindak lanjut kepada Kepala Dinas Pendidikan maupun instansi lainnya. (Bs/Rs/Kar.Madiun)





Disparpora Ngawi Gelar Lomba Dalang Remaja Menyusul Pecahkan Rekor MURI 115 Dalang Cilik Kelir 120 Meter
         
               NGAWI,RI – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus menerus berbenah dan bersolek untuk mewujudkan Ngawi Spektakuler. Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono seolah tidak punya lelah melaksanakan pembangunan di segala bidang dengan memacu semua jajaran sesuai dengan porsi masing-masing. Hampir tak terhitung Penghargaan yang diterima dari Pemerintah Pusat terlebih lagi dari tingkat Provinsi. Belakangan ini ( 7/9 ) Pemerintah Kabupaten Ngawi selaku Pemrakarsa dengan Dinas Pendidikan sebagai Penggerak sedangkan Pelatih dan Pelaksananya dipercayakan kepada Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olah Raga ( Disparpora ) telah memecahkan Rekor MURI lagi di bidang budaya yaitu dalam menggelar Dalang Cilik sebanyak 115 orang bersamaan dalam satu pentas dengan kelir sepanjang 120 meter. Dapat ditambahkan bahwa para Dalang Cilik tersebut terdiri dari mereka yang masih di Taman Kanak-kanak ( TK ), Sekolah Dasar ( SD ), maupun  Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) dan terdiri dari 199 laki-laki, 6 perempuan.
          Tidaklah mengherankan jika pada saat gelar budaya Dalang Cilik di Alun-alun Merdeka Ngawi yang hanya berjalan sekitar 2 jam atau tepatnya mulai jam 20.00 WIB sampai dengan jam 22.00 WIB, alun-alun menjadi lautan manusia. “ Melalui kegiatan mala mini kita ingin menunjukkan bahwa Kabupaten Ngawi adalah Kabupaten Budaya yang kreatif, inivatif dan produktif sehingga mampu melaksanakan pagelaran kolosal memecahkan Rekor MURI dengan penampilan dalang bocah terbanyak dan kelir terpanjang,” demikian ungkap Yulianto Kusprasetyo Kepala Disparpora Ngawi dalam sambutannya.
          Manajer MURI Sri Widayati menjelaskan bahwa pementasan wayang kulit kali ini mengalahkan rekor sebelumnya yakni kelir sepanjang 63,5 meter di UNS Solo pada Maret lalu. Sedangkan di Ngawi ini berhasil memecahkan rekor dengan kelir sepanjang 120 meter. Piagam Penghargaan dengan Nomor Registrasi 8086/R.MURI/IX/2017 diterimakan kepada Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, ST,MH atas nama Pemerintah Kabupaten Ngawi.
          Pada malam itu juga Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Festival Dalang Remaja Nasional yang diikuti oleh 20 orang peserta dari 12 Kabupaten/ Kota dengan rincian dari Jawa Tengah adalah Peserta dari Kabupaten Kendal, Karanganyar, Purworejo, Blora, Wonogiri, kemudian juga ikut tampil peserta dari Kabupaten Pamekasan, Kota Surabaya, Kota Madiun, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jember, DKI Jakarta dan dari Lampung. Pada malam pertama yang dimulai dari jam 22.00 semalam suntuk ditampilkan 6 peserta. Keesokan harinya ( 8/9 ) selebihnya mulai pagi sampai dengan dini hari ( 9/9 ) sekaligus diumumkan pemenangnya hasil penilaian dari 3 orang juri yaitu Dr.Suratno,S Kar,M Hum dan Bambang Murtiyoso,S Kar,M Hum serta Sumarto,S Kar,M M. Penyandang Juara Pertama dari Kediri, Juara Kedua dan Ketiga dari Surabaya. Harapan Satu Blora, Kedua Madiun, sedangkan Tuan Rumah Ngawi harus puas sebagai Harapan Tiga.
          Kepala Bidang Kebudayaan Disparpora Kabupaten Ngawi Sukadi saat dikonfirmasi menuturkan bahwa Kabupaten Ngawi memiliki kader-kader dalang di masa datang. Dia menyebut 3 nama Dalang Bocah yang telah berhasil menjadi Juara Nasional, mereka adalah Dimas Bayu, Mujahit Bintang dan Gilang Pandu Permana. Lebih lanjut Sukadi memaparkan bahwa obsesi Pemerintah Kabupaten Ngawi antara lima sampai sepuluh tahun kedepan dalang-dalang  kaliber nasional berasal dari Ngawi tidak didominasi dari Solo seperti sekarang ini. (ADV Disparpora Ngawi/HR/Pdy)





Lebih Dari 158 Orang Mendapatkan Pengobatan Gratis Di Bangunrejo Lor
       

     Kepala Desa Bangunrejo Lor Tardi ​ (pegang mike) diapit Ka Puskesmas Pitu dan Perwakilan dari RSI AT-TIN

          NGAWI, RI – Dalam rangka Milad ke-3 Rumah Sakit Internasional ( RSI ) AT-TIN HUSADA  yang terletak di Jalan Panglima Besar Sudirman Ngawi telah menggelar Bhakti Sosial ( Bhaksos ) berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis di beberapa wilayah pedesaan bekerjasama dengan Puskesmas setempat. Dalam giat tersebut juga telah menggelar Baksos di Desa Bangunrejo Lor Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi ( 5/9 ).
          Hadir pada gelar Bhaksos RSI AT-TIN HUSADA yang bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi antara lain  dr. Fajar Suryanto dari pihak AT-TIN, Kepala Puskesmas Pitu Agung Kurniawan, ST, MMKes, Kepala Desa Bangunrejo Lor Tardi dan para Tokoh Masyarakat setempat.
          Sejak pagi hari warga masyarakat telah memenuhi halaman rumah Kepala Desanya di mana diselenggarakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara gratis. Sebanyak 158 orang lebih yang telah memanfaatkan bakti sosial tersebut. Beberapa orang pengunjung yang sempat ditemui dan diajak melakukan perbincangan semuanya mengaku sangat senang, karena mereka bisa memeriksakan kesehatannya dan sekaligus mendapatkan pengobatan tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Lebih dari itu mereka juga mendapatkan berbagai penjelasan tentang pentingnya menjaga kesehatan, cara yang benar dalam mengkonsumsi obat dan efek sampingnya,dan yang tidak kalah pentingnya adalah tindakan-tindakan preventif yang harus dilakukan.
          Kepala Desa Bangunrejo Lor Tardi kepada media antara lain mengatakan :” Saya pantau sejak pagi ratusan warga sudah berdatangan sebagai bukti antusiasme warga terhadap pengobatan gratis ini. Kebanyakan yang datang berobat adalah para lansia yang mengaku menderita sakit asam urat, kolesterol tinggi, hypertensi, gula darah atau kencing manis dan sebagainya,” demikian ungkap Kades Tardi yang lebih lanjut dia merencanakan bahwa kegiatan semacam ini akan dijadikan sebagai agenda tahunan. (HR/pdy)





Pembagian Air Bersih Oleh Satlantas Polres Ngawi Di Sambut Antusias Warga
NGAWI,RI - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Polisi Lalu Lintas (Polantas) ke -62 tahun 2017, yang jatuh pada tanggal 22 September 2017 mendatang, Satlantas Polres Ngawi yang di Komandoi AKP.Rukimin,S.H, mewakili Kapolres Ngawi AKBP.Nyoman Budiarja,S.I.K,M.Si, melakukan kegiatan Sosial dalam bentuk pembagian air bersih dengan thema Satlantas Peduli dengan membagi air bersih di beberapa  Kecamatan di Ngawi diantaranya Kecamatan Bringin yang mengalami musim kering beberapa bulan terakhir (31/08/17).
Adapun air yang di bagikan kali ini berjumlah 3 tangki bahkan mendapat dukungan penuh dari Kapolres Ngawi dengan ikut serta saat pelepasan dari Markas Polres Ngawi. Dengan adanya bantuan air bersih ini yang di lakukan pada saat masyarakat membutuhkan dengan harapan masyarakat bisa terbantu dengan bantuan tersebut meskipun tidak sebanyak yang di butuhkan masyarakat Ngawi khususnya di Kecamatan Bringin namun hal tersebut mendapat apresiasi masyarakat dengan datang berduyun-duyun medatangi tempat pembagian air di  beberapa titik Lokasi setempat.
“Ini bentuk perhatian kami dari Satlantas Polres Ngawi untuk menarik Simpatik masyarakat yang lagi membutuhkan bantuan air di wilayah yang mengalami musim kering,”ungkap salah seorang Perwira berpangkat IPDA yang tidak bersedia namanya di tulis menambahkan terkait tujuan kegiatan ini.
Masyarakat setempat tentu saja menyambut gembira kegiatan sosial ini dan berharap akan ada perhatian di hari berikutnya. ”Kami mengucap kan trimakasih buat Bapak Ibu Polisi yang membantu kami di saat lagi membutuhkan air seperti sekarang ini. Mudah-mudahan bantuan seperti ini ada lagi di hari-hari yang akan datang,” ungkap Joko salah seorang warga penerima bantuan air tersebut. Kegiatan ini juga di saksikan para perangkat Desa,Polsek maupun dari Koramil  setempat. (Bs/PDW-Ngawai).





Pertandingan Futsal Waria Dan Aneka Lomba Sedot Animo Penonton Di Gemarang
Kepala Desa Gemarang Hadi Santosa menyerahkan hadiah kepada juara futsal 
Waria ​Suasana saat acara tarik tambang putri berlangsung dengan meriah

          Kepala Desa Gemarang Hadi Santosa menyerahkan hadiah kepada juara futsal 

Waria ​Suasana saat acara tarik tambang putri berlangsung dengan meriah


         NGAWI, RI – Pemuda Gemarang Bersatu dari Desa Gemarang Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi tidak mau ketinggalan dalam mengemas Peringatan dan Perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 tahun 2017. Dengan mengambil tempat di Lapangan Desa Gemarang ( 26-27/8 ) mereka menggelar berbagai macam lomba dan pembagian hadiah diselenggarakan malam hari disertai dengan aneka pentas seni dan budaya.
          Pertandingan futsal antar waria sempat mengundang animo penonton, bahkan mampu menyedot penonton dari luar daerah, mengingat gelar seperti itu jarang ditemui di tempat lain. Selama pertandingan berjalan riuh rendah sorak-sorai penonton tak kunjung henti dan sesekali dibarengi riuh rendahnya ledakan tawa sampai terpingkal-pingkal akibat munculnya peristiwa lucu di arena pertandingan. Selain itu Gerakan Pemuda Gemarang Bersatu juga menggelar pertandingan atau lomba lain, di antaranya ada tarik tambang yang terpilah pria dan wanita, balap bakiak pria dan wanita, balap karung dan balap karung berhelm yang dikhususkan untuk anak-anak.
          Pemuda Gemarang yang tergabung dalam Pemuda Gemarang Bersatu sebagai penyelenggara kegiatan ini semata-mata bertujuan untuk membangun desa dalam kebersamaan, dengan semangat muda yang berapi-api, kita semua yakin bisa,” demikian antara lain ungkap Suyanto ketua Pemuda Gemarang.
          Dapat ditambahkan bahwa berbagai pertandingan atau lomba panitia menyiapkan berbagai macam hadiah untuk menambah greget para peserta. Hadiah untuk kejuaraan futsal Waria adalah juara pertama berupa trophy dan uang pembinaan sebesar Rp 400.000,- dimenangkan oleh Dusun Salak, Juara kedua diraih oleh Dusun Sooko Sari dengan mendapatkan trophy dan uang pembinaan sebesar Rp 300.000,- sedangkan sebuah trophy dan uang pembinaan sebesar                     Rp 200.000,- diterima oleh Dusun Ngadiluwih sebagai juara ketiga. Demikian juga kepada juara masing-masing jenis lomba semuanya mendapatkan hadiah. Yang menarik adalah hadiah yang diberikan kepada juara balap karung berhelm, karena pesertanya anak-anak maka hadiahnya masing-masing berupa perlengkapan sekolah dan uang Rp 50.000,- untuk juara satu, Rp 25.000,- untuk juara dua, sedangkan juara tiga menerima Rp 20.000,-.
          Kepala Desa Gemarang Hadi Santosa mengatakan :” Dengan diadakannya acara ini saya sangat mengharapkan semangat Pemuda Gemarang akan selalu terpupuk, menanamkan semangat nasionalis yang akan membawa Gemarang maju bersama, bersama pemuda kita bisa.” (HR/Pdy)





Puluhan Dump Truck Di Amankan Satlantas Polres Magetan, Di Duga Akan Ada Demo

MAGETAN,RI - Di duga melanggar aturan dan Dimensi Muatan dump truck,puluhan dump truck di amankan Pihak Polres Magetan dalam hal ini Satlas Polres Magetan (07/09/17). Sekitar 24 dump truck tersebut di amankan dari Wilayah Kecamatan Karas dan Kecamatan Sukomoro yang mengangkut muatan tanah urug dan batu.
Terkait wewenang penindakan yang tidak di lakukan oleh dinas Perhubungan apabila itu menyangkut muatan atau tonase, namun hal tersebut ditanggapi oleh Sungkono mewakili Siran Plt Dinas Perhubungan Kabupaten Magetan. ”Terkait penindakan yang di lakukan oleh Satlantas Polres Magetan tidak melanggar karena Kepolisian dalam hal ini Polisi Lalu lintas melakukan penindakan sesuai dengan Pasal 305 hingga 307 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 tahun 2009, disana di jabarkan kewenangan Kepolisian melakukan penindakan karena menyangkut Dimensi Truck Dump tersebut jadi bukan soal tonase.Kalau terkait tonase ya tentunya harus ditimbang dulu apa kah melebihi batas ketentuan apa tidak,” ungkap Sungkono via Ponselnya kepada Radar Indonesia.
Terkait hal ini, Koran ini beberapa kali menghubungi Ponsel Kasat Lantas Polres Magetan AKP. Hankie Fuariputra, S.I.K, untuk mengkonfirmasi masalah lebih rinci ini lantaran di sinyalir akan akan demontrasi dari para pemilik maupun sopir truck yang  truck nya di tahan pada senin (11/09/17) lusa. Namun beberapa kali di hubungi tidak mendapat respon, pesan singkat pun belum di balas oleh Kasat lantas (09/09/17). ”Besok ada demo di DPRD Magetan komunitas dump truck mohon kehadirannya,” isi pesan dari salah seorang penggiat LSM kepada Koran ini yang tidak berkenan namanya di tulis.
Sampai berita ini akan naik cetak (10/09/17) puluhan dump truck tersebut masih terparkir di Markas Polres Magetan dengan di pasang garis Polisi. (Bs/Rs/Ebit-Mgtn-Kar.Madiun).





Turnamen Bola Voli Bangunrejo Kidul Diikuti Oleh 16 Tim Berlangsung Selama Setengah Bulan

 Suasana saat berjalannya turnamen bola voli di halamanBalai Desa Bangunrejo Kidul
 
NGAWI,RI – Walaupun termasuk belakangan namun Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi tidak mau ketinggalan keikut sertaannya dalam rangka memperingati dan merayakan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 tahun 2017.
          Di penghujung bulan Agustus ( 26/8 ) Desa Bangunrejo Kidul baru memulai menggelar turnamen bola voli antar Dusun yang diikuti oleh 16 tim dan final pada tanggal 10 September 2017. Penyelenggaraan mengambil tempat di halaman Balai Desa setempat sehingga selama setengah bulan halaman Balai Desa setiap harinya dibanjiri warga masyarakat yang penuh antusias menyaksikan jalannya pertandingan dengan maksud memberikan dukungan kepada tim yang dijagokan.
          Ketua Panitia Tri Joko Purnomo, S Pd SD mengatakan :” Kegiatn ini selain untuk memperingati dan merayakan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 juga untuk mempererat tali silaturahmi antar atlit bola voli di sembilan Dusun yang ada di Desa Bangunrejo Kidul disamping memberikan hiburan kepada seluruh warga masyarakat dan secara tidak langsung juga merangsang agar masyarakat suka berolah raga untuk menjaga kesehatan,” demikian ujar Tri Joko Purnomo yang lebih lanjut dia juga menyampaikan terima kasih kepada empat dusun yang telah memberikan bantuan demi suksesnya turnamen.
          Kepala Desa Bangunrejo Kidul Suparno berharap agar para peserta turnamen menjujnjung tinggi nilai sportifitas, semangat juang serta kerjasama tim sehingga menciptakan permainan yang sehat dan enak ditonton. Dia menambahkan :” Perlu diperhatikan untuk saling menjaga emosional agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu panitia agar sportif dalam mengambil keputusan. Jadikan ajang ini sebagai pencarian bakat dan pemain yang dinilai berkompeten agar diseleksi untuk mewakili Desa Bangunrejo Kidul kedepannya.”
          Kerumunan penonton yang sempat dihampiri untuk dimintai kesan dan pesannya, mereka mengaku sangat senang dengan diselenggarakan turnamen ini karena bisa merasa lebih akrab dengan para Perangkat Desa juga merupakan hiburan yang murah meriah. (HR/pdy)


sidikkasus-ri

Komentar