Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72

Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72
Desa Tambar – Jogoroto – Jombang

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA
KPH MOJOKERTO MEMBAGIKAN HEWAN QURBAN DI BKPH KAMBANGAN ADM KPH MOJOKERTO ASPER BESERTA STAFF BPKH DR. BUDI WIDODO

MAGETAN,RI - Di Duga Menghina Profesi Wartawan, Oknum Perangkat Desa Di Sidangkan - Media radar indonesia Sidik Kasus Ri

Wartawan Cuma menghambat Pembangunan dan ujung-ujungnya uang
           MAGETAN,RI - Kasus dugaan penghinaan sesuai pasal 310 KUHP Dua orang Wartawan Sumadi dan Andi Sinambela yang sedang bertugas yang merasa terhina dengan ucapan seorang Perangkat Kamituwo desa Pesu Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan Jawa Timur bernama Joko Diantoro yang menghina dengan kalimat ”Wartawan Cuma menghambat Pembangunan dan ujung-ujungnya uang (ujung-ujungnya meminta uang-red) akhirnya memulai babak baru dengan dimulainya disidangkan. Kasus tersebut disidangkan di Pengadilan Negeri Magetan Jalan Karya Dharma Nomor 10 Magetan Jawa Timur pada Selasa (05/09/2017) dengan Jaksa Penuntut Umum Sugiyanto, S.H, dengan Majelis Hakim Anry W.L,S.H,Yunianto A.N,S.H,M.H, Lusiantara, S.H,dengan Panitera Pengganti Pardi,S.H.
Dalam sidang sempat terjadi adu argumentasi antara Hakim dan para saksi yang dicerca berbagai pertanyaan. ”Apakah saudara saksi di minta uang oleh saudara Sumadi? Apakah saudara saksi pernah didatangi wartawan yang meminta-minta uang?,” tanya Hakim Anggota kepada Sunyoto salah satu saksi yang juga merupakan Kepala Desa Pesu. Namun berkali-kali dicerca pertanyaan tidak satupun jawaban yang menguatkan tuduhan Joko bahwa wartawan ujung-ujungnya uang ( ujung-ujungnya minta uang–red ). ” Tidak ada Pak Hakim,” jawab Sunyoto. Joko Diantoro saat sidang pertama ini hanya di konfrontir terkait benar tidaknya perlakuannya kepada wartawan tesebut dan apakah bisa membuktikan profesi wartawan menghambat pembangunan dan suka meminta uang, namun hingga sidang berakhir tidak ada bukti tuduhan Joko tersebut.
Seperti diketahui, yang mana saat itu tepatnya pada 8 April 2017 lalu dua wartawan dari dua media yang berbeda ingin mengkonfirmasi adanya proyek talut di desa Pesu tersebut yang mana tidak adanya papan nama yang menjelaskan keberadaan proyek tersebut. Bukannya mendapat respon yang baik dari Kepala Desa maupun perangkatnya justru mendapat hardikan dengan kata-kata hinaan seperti di atas. ”Semua proyek yang menggunakan  uang rakyat wajib diketahui masyarakat sumbernya dari mana dan semua keterangan lainnya sesuai dengan Undang-udang Keterbukaan Publik Nomor 14 Tahun 2008.
Dan kami sebagai fungsi sosial kontrol sesuai dengan salah satu Fungsi Pers pada pasal 3 Ayat (2) Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999, kami Pers berhak menanyakan hal itu,” ungkap pelapor Sumadi kepada awak Media. ” Joko itu tidak hanya menghina pribadi saya sama Andi tetapi sudah menghina semua wartawan. Karena ini sudah menyangkut nama Korps atau Profesi Wartawan seluruh Indonesia maupun dunia. Dan semoga ini menjadi pelajaran berharga buat Kepala-kepala Desa atau Lurah-lurah maupun para perangkatnya dimanapun juga tidak lagi menghalangi tugas wartawan atau menghina,” tambah Sumadi.
Di bagian lain dalam sidang ini juga sangat disayangkan terkait sikap hakim yang memimpin maupun Hakim Anggota dalam Sidang ini yang mana terkesan Oknum Hakim tersebut justru seolah-olah menghina Profesi Wartawan pula. Oknum Hakim tersebut sempat menghardik, melecehkan wartawan yang sedang meliput. ”Ada ijin foto-foto gak, ada sertifikat gak dari PWI, AJI, Legal gak, kalau gak saya laporkan Polisi,” hardik salah satu Hakim anggota dengan nada tinggi. ”Jangan main HP, kamu ngapain senyum-senyum,” hardiknya lagi kepada wartawan yang sedang meliput. Hal tersebut sangat disayangkan oleh Ketua IJM (Ikatan Jurnalis Magetan). ”Ini sidangkan terbuka untuk umum kenapa tidak boleh foto? kecuali ini sidang tertutup. Seolah-olah kesannya justru Oknum Hakim tersebut justru ikut melecehkan profesi wartawan dan terkesan memojokkan wartawan yang sedang bertugas. Harusnya lebih Fokus kepada Permasalahan yang menimpa teman kami Wartawan jangan justru mencari sisi yang tidak ada kaitannya dengan pokok persoalan,” ungkapnya menyayangkan.
Sebelum Koran ini akan naik cetak ingin mengkonfirmasi hal tersebut kepada Ketua Pengadilan Negeri Tinggi Surabaya H.Abdul Kadir S.H,M.H, namun karena masih hari libur (09/09/2017) belum bisa dikonfirmasi. Diagendakan Sidang ini akan dilanjutkan pada Kamis (14/09/2017) yang akan datang dengan agenda mendengarkan saksi meringankan terdakwa Joko Diantoro. (Ipung Agstina/BS-Ebit-Ka.Kar-Magetan).




Bojonegoro Terima Dua Penghargaan

BOJONEGORO,RI - Lagi-lagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro patut lega dan berbangga karena kerja keras diapresiasi oleh beberapa pihak. Hal ini terbukti dengan diraihnya dua penghargaan dari dua lembaga yang berbeda. Hal ini disampaikan Kabag Humas dan Protol, Heru Sugiharto diruang kerjanya, Jumat (8/9) pagi tadi.
Dijelaskan oleh Heru Sugiharto, bahwa Sebanyak 81 Pemeritah Daerah (Pemda) mendapat penghargaan indeks trasparansi dan kondisi keuangan daerah terbaik dari Universitas Gadjah Mada. Pemberian penghargaan diberikan oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni, Dr. Paripurna, dan Dekan FEB UGM, Dr. Eko Suwardi M.Sc, pada 28 pemda yang mendapat penghargaan indeks transparansi keuangan daerah terbaik serta 53 pemda yang mendapat penghargaan indeks kondisi keuangan daerah terbaik, dan salah satunya adalah Kabupaten Bojonegoro mendapatkan apresiasi dari Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai terbaik pertama indeks transparansi pengelolaan keuangan daerah Tahun Anggaran 2016, untuk region Jawa.
Dikatakan penghargaan ini diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Drs. Soehadi Moeljono, MM pada Hari kamis Tanggal  7 September lalu, pada acara Seminar Nasional dengan topik "Pengelolaan Keuangan Daerah: Dari WTP Menuju Pengelolaan Keuangan yang Sehat dan Transparan", dan Peluncuran Indeks Keuangan Daerah, bertempat di Graha Sabha Pramana Universitas Gajah Mada (UGM).
Sementara itu dihari yang sama Penghargaan kembali juga diterima Kabupaten Bojonegoro kali ini datangnya Dari PT Taspen Kantor Cabang Utama Surabaya dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Wilayah Provinsi Jawa Timur yang menganugerahi Kabupaten Bojonegoro sebagai penyetor data gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) kategori akurat. (Edi)





Gelaran Wayang Kulit, Tutup Acara Peringatan
HUT RI Ds. Tambar


Kades Tambar didampingi perangkat saat penerimaan hadiah
LSM PETIR saat mengatur acara karnaval

JOMBANG,RI - Gelaran wayang kulit semalam suntuk di balai desa Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjadi penutup peringatan HUT RI Ke 72 yang diadakan pemerintah desa tersebut.  Dalam acara tersebut, panitia sekaligus membagikan hadiah lomba kegiatan PHBN yang digelar selama beberapa hari sebelum puncak acara. Tidak tanggung-tanggung, untuk kegiatan ini panitia menggelontorkan dana puluhan juta rupiah, plus tropi untuk seluruh kegiatan yang digelar selama peringatan HUT RI. Beberapa lomba yang sudah digelar sebelumnya, salah satunya adalah karnaval dari berbagai kategori.
Acara pamungkas tersebut dihadiri kepala desa beserta seluruh perangkat, Jajaran Muspika, BPD, LPMD, PKK serta Karang taruna. Kepala desa Tambar H. Jawahirul Fuad disela-sela acara menyampaikan sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran panitia acara, termasuk dari LSM PETIR yang selalu mendukung kegiatan yang ada di desa. "Tanpa kerja keras serta kekompakan, mustahil seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ini bisa terlaksana dengan lancar dan kondusif.
Kami selaku pemerintahan desa Tambar akan berusaha memberikan yang terbaik untuk seluruh warga, dan isya Allah pada tahun-tahun berikutnya akan lebih meriah serta lebih baik lagi," tandasnya. ( MoL/Tnt )






Kades Bambang Yudomukono Bersama Warga Membangun Insfrastruktur Dan Perekonomian Desa Bendungan Jati


            MOJOKERTO,RI – Tekun, rendah hati juga disiplin hampir melekat pada sosok Kepala Desa (Kades) Bambang Yudomukono. Saat ditemui diruang kerjanya menuturkan,“Kades yang menjabat satu periode ini dibenaknya selalu berfikir untuk membangun desanya, menciptakan pemerintahan yang baik, bersih dan transparan dalam melaksanakan atau menjalankan tugas dan program-program desa.
            Letak Bendungan Jati masuk di wilayah kecamatan Pacet kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Dengan desa yang sangat indah dikelilingi dua bukit dan hamparan areal pertanian yang luas dan indah juga bersih lingkungannya. Tidak heran sebagian masyarakat dan para pengunjung untuk mengunjungi anaknya yang mondok atau belajar di tempat itu, karena Desa Bendungan Jati ada tempat pendidikan besar pondok pesantren dan perguruan tinggi “INSTITUT KH. ABD. CHALIM” kebanyakan para pengunjung menyebutnya sebagai desa santri. Desa Bendungan Jati adalah desa yang ramah lingkungan dan dengan ramahnya masyarakat akan menyapa anda dengan penuh persaudaraan, itulah khas masyarakat Bendungan Jati pada para tamu yang berkunjung ke desanya.
            Lebih lanjut dituturkan Bambang Yudomukono untuk memenuhi sarana dan prasarana agar menunjang berbagai kegiatan masyarakat, pemerintahan desa (PEMDES) Bendungan Jati memiliki berbagai macam bentuk usaha seperti ruko pujasera dan kios-kios kecil. Dengan dibangunnya usaha itu ke depan dapat menambah pendapatan asli desa melalui program badan usaha milik desa (BUMDES), maka kekuatan ekonomi rakyat akan terwujud. Karena Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) adalah pilar kesejahteraan bangsa sesuai dengan amanat yang sudah diatur  UUD 45 pasal 33.
Karena BUMDES adalah usaha yang didirikan atas dasar komitmen bersama masyarakat bawah atau masyarakat akar rumput khususnya menengah ke bawah yaitu masyarakat desa saling bekerjasama, bergotong royong menggalang kekuatan ekonomi rakyat supaya terwujud kesejahteraan dan kemakmuran. Karena BUMDES sendiri menjadi tulang punggung perekonomian pemerintah desa, guna tercapainya peningkatan kesejahteraan warganya.
BUMDES adalah badan usaha seluruhnya atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa. Karena itu pengembangan BUMDES merupakan bentuk penguatan terhadap lembaga-lembaga ekonomi desa serta penguatan ekonomi lokal dengan bentuk dan berbagai pendayagunaan dan berbagai jenis potensi usaha yang dimiliki oleh desa. Untuk Desa Bendungan Jati dengan lokasi dan letak yang strategis dan hamparan tempat parkir yang nyaman dan aman. Karena bentuk usaha yang dimiliki adalah usaha yang setiap hari dibutuhkan oleh masyarakat, jadi tidak heran para pengunjung akan merasa nyaman dengan udara yang dingin.
Desa Bendungan Jati dalam mengembangkan perekonomian warganya selalu mengutamakan warganya, untuk tahap awal sudah berjalan seperti kios desa “ ARTOMORO” juga ada ruko pujasera, semua itu untuk warga Bendungan Jati dan kedepan  akan dikembangkan untuk wisata agro, juga mini zoo (Kebun binatang mini) seperti taman terbuka atau taman bermain.      
Untuk wisata agro sekarang sudah dimulai seperti buah naga, blimbing itu yang akan dikembangkan lebih lanjut dituturkan pak Bambang Yudomukono para jurnalis Radar Indonesia bahwa seluruh pekerja yang melibatkan warga Bendungan Jati sendiri karena kedepan kalau perekonomian sudah kuat maka akan tercapai menuju desa mandiri dan usaha ini adalah usaha bersama, semua fasilitas terbuka baik pengusaha lokal atau dari luar kami terbuka. Fasilitas sudah kami siapkan seperti lahan parkir musholla. Semua sudah kami siapkan ke depan kami mengharap pada pemerintah daerah atau pusat agar memperhatikan pada pengembangan usaha milik desa ini. Dan kami pemerintah Desa (PEMDES) selalu bekerja saling bersinergi dengan lembaga-lembaga yang ada di desa kami, dan kami semua bekerja bersama-sama dengan satu tujuan desa Bendungan Jati makmur, sejahtera dan menuju desa yang mandiri, tutur pak Kades Bambang Yudomukono mengakhiri bincang-bincang dengan jurnalis Radar Indonesia. (SOTRI)





Lomba Karaoke, Puncak Kegiatan PHBN Desa Sambirejo – Jogoroto
Kades Sambirejo saat menyerahkan Trofi
JOMBANG,RI - Lomba karaoke yang digelar Pemerintah Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto, Jombang di lapangan desa setempat menjadi acara puncak rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI ke 72. Dalam acara tersebut, 17 kontestan yang sudah menjalani kualifikasi atau babak penyisihan sehari sebelumnya, harus menunjukkan aksi terbaiknya untuk menjadi yang terbaik. Tidak tanggung-tanggung, panitia menggelontorkan dana puluhan juta rupiah untuk seluruh kegiatan peringatan HUT RI ke 72 malam itu. Diantaranya untuk lomba tenis meja, catur, karnaval, karaoke dari berbagai kategori.
Acara puncak yang digelar malam hari dihadiri kepala desa beserta seluruh perangkat, Jajaran Muspika, BPD, LPMD, PKK serta Karang taruna. Kepala desa Sambirejo                            H. Zainul Arifin disela-sela acara menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh jajaran panitia. "Tanpa kerja keras serta kekompakan, mustahil seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ini bisa terlaksana dengan lancar dan kondusif. Kami selaku pemerintah desa Sambirejo akan berusaha memberikan yang terbaik untuk seluruh warga, dan isyaallah pada tahun-tahun berikutnya akan lebih meriah serta lebih baik lagi," tandasnya. ( MoL/Tnt )





Mantan Kabareskrim Susno Duadji Ungkap Sosok Brigjen Aris Budiman Sebagai Pelaku Utama Penyiraman Novel Baswedan
JAKARTA,RI – Setelah lama hilang dari peredaran seorang Jendral Polisi Bintang Tiga yang sempat membuat Heboh negara ini dengan mengeluarkan kata kata istilah Cicak VS Bauaya, Kini Mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Penasehat Kapolri ikut angkat bicara dalam konflik yang tengah terjadi antara KPK dan Polri.
Pekan lalu di Singapura saya mencoba untuk mewawancarai Novel Baswedan, penyidik KPK yang disiram air keras dan tengah menjalani perawatan di Singapura.
Pada akhir pekan minggu terakhir Agustus saya mengajukan permohonan untuk dapat bertemu pada tanggal 30 Agustus.
Namun tidak disangka, pada Selasa malam, 29 Agustus, alias sehari sebelum wawancara, Pansus hak angket KPK di DPR memanggil Direktur Penyidikan KPK Brigjen Polisi Aris Budiman. Alhasil, pertanyaan yang sudah saya susun untuk Novel berubah banyak. Saya mengikuti detail apa yang disampaikan Aris dan menyusunnya menjadi bahan pertanyaan. Bergegas ke Singapura Rabu subuh saya berangkat ke Singapura. Siang harinya saya tiba di suatu tempat rahasia di sekitar Orchard Road.
Sebelumnya sempat beredar sebuah video yang menunjukkan Novel sedang berjalan-jalan di Orchard Road. Video yang diunggah di Youtube itu menyebut Novel sedang berjalan-jalan menghabiskan uang negara. Saya tanyakan hal ini ke Novel.
Ia menjawab, “Video itu dipotong, saat saya hendak pergi ke masjid di kawasan Orchard Road. Padahal, jika diteruskan saya masuk ke Masjid.” Novel memang tinggal di tempat yang dirahasiakan di sekitar Orchard Road.
Saya pun mulai bertanya kepadanya soal sidang pansus yang yang menghadirkan Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman. Saya bertanya soal penentangan keras Novel terhadap Aris Budiman; kemudian soal e-mail yang berujung pada pelaporan novel dan terancamnya Novel menjadi tersangka; terakhir, soal penyiram kejam terhadap dirinya.
Novel menjawab Aris.
Soal e-mail kepada Aris, Novel menjelaskan bahwa itu merupakan respons atas ketidak setujuan wadah pegawai (semacam serikat pekerja) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Surat itu bukan berisi pendapat pribadi Novel, tetapi aspirasi yang ditulis kembali oleh Novel sebagai ketua Wadah Pegawai di KPK.
Isi surat itu tentu tidak bisa saya sampaikan detail di sini, karena tengah dalam proses hukum. Intinya surat itu berisi penolakan terhadap penyidik senior dari Polri yang akan ditempatkan di KPK. Saya bertanya kepada Novel, kenapa ia dan wadah pegawai menolak?
Menurut Novel, Aris selalu menghalangi pemeriksaan sejumlah oknum Polri yang tersangkut dalam kasus yang sedang ditangani KPK. Novel tidak mau menyebutkan kasus apa dan berapa banyak.
Catatan Kompas TV, setidaknya di tahun 2016 ada dua kasus yang diduga melibatkan personel Polri. Pertama, kasus suap penerimaan anggota Polri di Polda Sumatera Selatan.
Kasus ini berhenti pada proses etik. Oknum perwira menengah yang diduga terlibat diberhentikan dari jabatannya. Unsur pidana kasus ini tidak dilanjutkan.
Kedua adalah kasus suap di Mahkamah Agung (MA). Saat penggeledahan di rumah Sekretaris MA tahun 2016, Nurhadi, ditemukan uang sebesar Rp 1,7 miliar.
Empat ajudan Nurhadi yang menjadi saksi kunci dalam penggeledahan ini sampai sekarang tidak pernah bisa diperiksa oleh KPK.
Tim Aiman di Kompas TV mencoba mewawancarai Aris Budiman untuk mengonfirmasi pernyataan Novel. Namun Aris menolak. Ia mengatakan, pendapatnya sudah ia sampaikan di depan Pansus KPK. Sementara juru bicara KPK, Febri Diansyah yang dikonfirmasi tim Aiman, menyatakan belum mendengar pernyataan Novel ini. Aktor intelektualis penyerang Novel di Mabes Polri?
Dalam wawancara dengan Aiman, Novel juga mengungkapkan bahwa tak hanya seorang Jenderal di Mabes Polri yang terlibat. Ada sejumlah pengikut Sang Jenderal yang ikut berperan dalam peristiwa itu. Mereka bertugas di Mabes Polri. Novel lagi-lagi berkeberatan untuk menjelaskan maksud dari pernyataannya. Saya menanyakan mengapa Novel tidak memberikan keterangan lengkap soal ini kepada penyidik polisi yang sempat datang memeriksanya pertengahan bulan Agustus lalu?
Bukankah sebuah kejanggalan bahwa Novel tak bersedia menyampaikan apa yang ia tahu soal kasusnya kepada penyidik? Menurut Novel, ia pernah menyampaikan sebuah informasi kepada polisi tentang orang-orang yang terkait penyerangannya. Namun, polisi menyangkal informasi tersebut dengan mengatakan bahwa orang-orang itu adalah kelompok penagih utang. Oleh karena itu, Novel yakin, jika ada informasi lain yang ia berikan pastilah informasi itu kembali akan ditepis oleh Sang Jenderal. Novel berketetapan hati untuk memberikan data detail soal kasusnya hanya kepada Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang belum juga dibentuk hingga kini.
Ia menyatakan, TGPF dibentuk bukan untuk dirinya pribadi, melainkan untuk para penegak hukum yang selama ini banyak mengalami ancaman. Di ujung wawancara, Novel khawatir, kasus penyerangan terhadap dirinya tidak akan terungkap tuntas. Ia berharap pelaku penyerangan terhadap dirinya tidak dibunuh untuk menghilangkan jejak. Semua pernyataan Novel ini kembali kami konfirmasikan kepada Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono.
Argo enggan berkomentar terkait hal ini. Ia meminta Aiman untuk menanyakan langsung soal ini kepada Novel. Gigi dan gusi untuk mata Novel
Novel kini masih dirawat di Singapura. Kondisi matanya memprihatinkan. Gusinya ditanam di mata kiri agar sel mata yang terancam buta itu bisa berkembang.
Gigi taringnya ditanam di mata kanan untuk pengganti bagian hitam di mata kirinya yang memang rusak total akibat siraman air keras yang kejam. Tapi kini, ancaman lain bisa jadi menimpanya, yaitu menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik. Padahal pekan depan, 5 bulan sudah kasus penyiramannya terhadap dirinya terjadi. Belum ada titik terang. Tidak ada satupun tersangka yang ditetapkan. (Red)




Polres Pemalang Melaksanakan Shalat Ghaib Peduli Krisis Rohingnya


PEMALANG,RI – Ratusan anggota Polres Pemalang, Polda Jawa Tengah melaksanakan shalat Ghaib dan doa bersama untuk keselamatan para pengungsi Rohingnya di masjid Baitul Muhlisin Polres Pemalang, Jumat (8/9/2017).
Shalat ghaib yang diadakan usai shalat Jumat tersebut diikuti oleh Kapolres Pemalang, AKBP Agus Setyawan HP., S.H., S.I.K. dan para pejabat utama Polres Pemalang. Di saat sekelompok umat Islam lainnya berencana mengadakan Aksi Bela Islam di candi Borobudur yang menimbulkan kecaman dari berbagai pihak di Indonesia, para polisi anggota Polres Pemalang mengadakan doa bersama.
“Agar para pengungsi Rohingnya yang terusir dari Rakhine diberi keselamatan dan yang gugur diberi khusnul khatimah.” jelas Kapolres. Kapolres juga menekankan pentingnya aksi-aksi yang positif dalam mendukung etnis Rohingnya. “Tindakan yang kontra-produktif seperti unjuk rasa di cagar budaya Borobudur, dan melemparkan isu-isu panas yang berbau SARA melalui medsos bukan hanya tidak efisien namun juga merugikan diri kita sendiri sebagai bangsa,” tambahnya.
Situasi Kamtibmas di Pemalang, menurut Kapolres sangat kondusif dan belum ada kelompok-kelompok tertentu yang memprovokasi maupun terprovokasi dengan isu-isu yang sempat memanas di medsos. “Sikap pemerintah Indonesia sudah jelas dalam membantu pengungsi Rohingnya dengan mengirimkan Menlu RI, Retno Marsudirini ke Myanmar dalam membantu menyelesaikan konflik Rakhine. Kita percayakan kepada pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang positif utuk mengakhiri krisis Rohingnya tersebut,” pungkasnya. (Mukson)


Walikota  Mojokerto Terima Tanda Penghargaan Bintang LVRI

MOJOKERTO,RI - Wali Kota  Mojokerto Mas’ud Yunus menerima anugerah tanda kehormatan, penghargaan Bintang LVRI dari Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Legiun Veteran Republik Indonesia (DPD LVRI) Provinsi Jawa Timur Brigjen Ismadi, Kamis (31/8). Tanda kehormatan itu diberikan dalam rangkaian peringatan Hari Veteran Nasional tahun 2017 di Gedung Ramelan Kota Mojokerto. Penghargaan ini diberikan kepada Kiai Ud karena berjasa secara luar biasa untuk perkembangan dan kemajuan LVRI. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Ud juga menyerahkan anugerah gelar veteran pembela RI kepada Sunari. Segenap pengurus DPD LVRI Jawa Timur, 175 anggota LVRI Kota Mojokerto dan Kepala OPD hadir dalam acara yang bertajuk ramah tamah tersebut.
Dalam sambutannya, Walikota memberikan apreasi dan ucapan terima kasih kepada segenap anggota LVRI. “Semoga dengan kegiatan ini dapat menjadi motivasi dan bisa menumbuhkan jiwa pejuang yang tanpa pamrih kepada generasi penerus bangsa untuk dapat melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa,”.
Memperhatikan begitu besar peran LVRI dalam perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia pada kesempatan ini  walikota berpesan agar kegiatan ramah tamah ini tidak sekedar menjadi ajang bernostalgia. “Tetapi lebih dari itu, kita semua harus memiliki semangat kebangsaan dengan mengedepankan nilai juang guna mengawal nilai kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai walikota juga memohon dukungan dan doa restu seluruh anggota LVRI Kota Mojokerto. “Mohon doa dan dukungan agar kami mampu mengemban amanat rakyat untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai service city yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral. Karena membangun kota ini membutuhkan semangat dan dukungan pelopor bangsa” harapnya. (Bram)

sidikkasus-ri

Komentar

Posting Komentar