Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72

Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72
Desa Tambar – Jogoroto – Jombang

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA
KPH MOJOKERTO MEMBAGIKAN HEWAN QURBAN DI BKPH KAMBANGAN ADM KPH MOJOKERTO ASPER BESERTA STAFF BPKH DR. BUDI WIDODO

PULANG PISAU RI - Fasilitas Negara Disengsarakan Lagi - Media radar indonesia Sidik Kasus Ri


               PULANG PISAU,RI - Dari pemberitaan kami sebelumnya tentang hasil investigasi lapangan menemukan fasilitas negara dibiarkan tidak terurus,  kondisinya sudah banyak yang rapuh, rodanya sudah dalam keadaan bocor entah mesin penggeraknya apakah masih dalam keadaan baik atau sudah rusak, fasilitas itu yaitu berupa kendaraan roda empat berupa fasilitas internet keliling.
               Dan lagi pula fasilitas tersebut  berada dihalaman sekolah menengah atas/SMA-2 Pulang Pisau Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah, kalaupun fasilitas tersebut tidak digunakan oleh sekolah tersebut, lagi-lagi fasilitas negara yang serupa disengsarakan yang terletak depan SMK 1 Mantaren, Kahayan Hilir Pulang Pisau Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang tidak terurus fasilitas internet tersebut Romi  menyayangkan kenapa fasilitas negara selalu disengsarakan atau dibiarkan tidak terurus, bahkan hampir semua bantuan negara khususnya kabupaten Pulang Pisau dibiarkan saja, bahkan di setiap sekolah menengah seperti ini.
               "Saya berharap kepada Dinas terkait khususnya Bupati Pulang Pisau H. Edy Pratowo, S.Sos.MM bisa menegur sapa yang bertanggung jawab atas fasilitas mobil internet tersebut, sehingga fasilitas negara tersebut bisa berjalan lagi atau bisa dipergunakan bagi yang membutuhkan fasilitas internet tersebut, dan agar dapat dipergunakan kembali, agar tujuan awal pemerintah kegunaan alat tersebut tidak sia-sia," pungkasnya berharap. (Rd/Hsm)





Pekerjaan Budidaya Dinas Kelautan Dan Perikanan Jatim Perlu Diperiksa  KPK


            MALANG,RI - Pembangunan sarana prasarana operasional budidaya oleh Dinas Kelautan dan Perikanan  Propinsi Jawa Timur lokasi pekerjaan tersebut di UPT  PTPB Kepanjen, baru dikerjakan kurang lebih dua minggu lalu, hingga berita ini diturunkan pekerjaan plengsengan tersebut masih berupa pengerukan  tanah dan pemetaan kolam secara manual dilakukan oleh pekerja harian.
Paket pekerjaan tersebut meliputi beberapa item, diantaranya adalah plengsengan, penyekatan kolam, Ipal, dan rehab kandang katak, sedangkan pekerjaan tersebut menghabiskan dana APBD  2017 sebesar Rp 1.500.000.000,00. Berdasarkan pantauan dilapangan dari awal pekerjaan plengsengan tersebut sudah menyalahi aturan dan tidak sesuai dengan specifikasi yang seharusnya, pada campuran material pondasi bukan pasir kali yang digunakan, melainkan menggunakan SIRTU, sedangakan SIRTU kualitas pekerjaan sangat berpengaruh terhadap konstruksi, bila dilihat dari harga pun lebih murah dibanding dengan pasir kali.
Sedangkan konsultan pengawas di lapangan tidak ada, Diduga pekerjaan tersebut tanpa adanya pengawasan baik dari konsultan pengawas maupun PPK dari dinas Kelautan dan perikanan propinsi jawa timur  yang tidak pernah turun lapangan untuk melakukan pengawasan selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen)  yang sekaligus menjabat sebagai KPA (Kuasa Pengguna Anggaran). Sedagkan mandor disana tidak bisa menjawab pertanyaan yang ada dilapangan, PT mana yang mengerjakan…siapa pengawasnya…juga tidak mengerti, sehingga pekerjaan tersebut diduga yang mengerjakan orang dalam sendiri.
Dana sebesar itu patut dipertanyakan terkait ke empat item pada pekerjaan tahun 2017 di UPT  PTPB Kepanjen Kabupaten Malang. Apalagi dengan proyek pekerjaan Rehab gedung  dan kolam di UPT PTPB Kepanjen dengan kode lelang 10393015, dengan anggaran APBD  sebesar Rp 13.100.000.000,00 pada tahun 2016 kemarin.
Rehab gedung dan kolam UPT PTPB Kepanjen Kabupaten Malang tahun 2016 sangat diragukan keberadaan proyek tersebut, padahal menurut keterangan dari pak Hadi selaku  tangan kanan dari kepala UPT Kepanjen mengatakan kalau pada tahun 2016 yang direhab adalah atap plafon gedung, rehab rumah operator, dan rehab kolam. Dengan dana segitu besarnya yang tidak sesuai dengan nilai pekerjaan tersebut, sehingga pekerjaan tersebut perlu mendapat pengawasan dari pihak terkait, karena Diduga proyek tersebut dinilai sudah merugikan maupun menghamburkan keuangan Negara. (Ang)





Proyek DKP Bidang Tangkap Perlu Dipertanyakan

BLITAR,RI - Berdasarkan investigasi di lapangan pada pekerjaan bidang Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, terkait pekerjaan di UPT  Tambak Rejo Kabupaten Blitar adanya kejanggalan, perlu diketahui, kejanggalan tersebut  dengan tempat  dan pekerjaan yang sama namun APBD  tahun yang berbeda.
Anggaran (APBD) pada tahun 2016 sebesar Rp 18.730.550.160,00. Item Yang ditayangkan adalah pekerjaan Pengerukan kolam labuh, Revetment, dan breakwater, pembangunan gedung pelabuhan, pekerjaan Elektrikal dan Penerangan di IPP Tambak Rejo Sedangkan di tahun 2017 APBD yang diserap sebesar Rp 16.315.136.000,00. Dengan item pekerjaan yang ditayangkan Pengerukan kolam labuh, pekerjaan breakwater, dan pelindung breakwater pelabuhan di UPT PPSKP Tambak Rejo.
Menurut keterangan Hari. S  selaku kepala UPT  IPP Tambak Rejo (Kab Blitar) saat dikonfirmasi  via selular mengatakan” kalau tahun 2016 pekerjaan Pengerukan kolam Labuh tidak ada, yang ada hanya tahun 2017” Tegas Hari. Tidak panjang lebar kepala UPT IPP Tambak Rejo Blitar ini memberikan komentar,dikarenakan beliau sedang mengikuti rapat di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Sedangkan pihak Gunawan selaku kabid juga Siswanto selaku PPK  bidang Tangkap saat dimintai keterangan lebih lanjut selalu tidak ada respon untuk menjawab maupun menemui sampai berita ini diturunkan.
Lebih anehnya lagi pekerjaan di tahun 2017 ini tertampang diatas bahwa tidak ada pekerjaan penerangan di pelabuhan namun sekarang ini masih adanya pembuatan kontruksi penerangan di pelabuhan tersebut. Begitu juga pada pekerjaan pengerukan kolam Labuh, padahal tahun 2016 kalau sudah dilakukan kenapa tahun 2017 masih dilakukan pengerukan kolam labuh, padahal tampak jelas pada pengerukan kolam labuh saat ini masih dangkal……sedangkan pengawas konsultan maupun pengawas PPK dilapangan tidak pernah ada menurut informasi dari masyarakat sekitar………….. (tim )  bersambung. (Im)





Puluhan Janda Paruh Baya Terima Bantuan Program Jalin Matra

JOMBANG,RI - Sebanyak 23 perempuan, mayoritas paruh baya, Kamis (31/08/2017) mendapatkan bantuan untuk pengembangan usaha. Bantuan dari program jalin matra "Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan" Jawa Timur tersebut diserahkan di Pendopo Balai Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Penerima bantuan seluruhnya adalah janda yang juga menafkahi keluarganya seorang diri (single parent). Tidak pelak, penyerahan bantuan diliputi haru bercampur suka cita.
Mereka (penerima bantuan) mendapatkan bantuan barang sesuai dengan profesi yang mereka jalani selama ini. Beberapa barang yang diserahkan diantaranya, tempat tidur bagi yang berprofesi sebagai tukang pijat, kapuk bagi  penjual kasur, mesin jahit dan masih banyak lagi. Dalam acara tersesut, Kepala Desa Ngumpul Zaenal Arifin menyampaikan terima kasihnya kepada Pemkab Jombang yang telah menyerahkan bantuan dari provinsi ini kepada warga.
Ia berharap, bantuan ini bisa bermanfaat dan menjadikan perekonomian warga penerima bantuan lebih baik. "Semoga bantuan ini bisa meningkatkan perekonomian warga penerima bantuan," katanya. Kepala Dinas DPMPD yang mewakili Kabid PUED Mohammad Roni menyampaikan agar ibu-ibu penerima bantuan bisa memanfaatkannya dengan baik. "Rasa syukur itu harus diwujudkan sungguh-sungguh dengan berusaha keras dalam berwiraswasta.
Jangan sampai bantuan ini tidak berjalan dengan semestinya atau muspro ( sia - sia ). Satu lagi hal sangat penting dan harus diperhatikan, bantuan pemerintah ini jangan sampai di jual, karena bisa menjadi masalah di belakang hari," tegasnya.
Jika mengalami kendala atau ingin mengembangkan usaha, pihaknya berharap agar penerima bantuan tidak segan berkoordinasi dengan pendamping dari kabupaten ( Ibu Fifi Indrawati ) atau pendamping desa ( PKK ), tambahnya. ( MoL/Tnt )





Spesialis Maling Pembobol Sekolah Di Mojokerto Di Ringkus Polisi


MOJOKERTO,RI - Maling special pembobol sekolahan ini bernama Hadi Bashati Kurniawan alias Memek (23) harus mendekam di lapas Mojokerto.diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Jetis, Sabtu (2/9) bukan karena  nyatroni sekolah SD ataupun MI melainkan akibat mencuri rokok di toko milik Sunarsih (48) yang juga tetangganya sendiri.
Aksi warga Warugunung Lor Desa Kupang Kecamatan Jetis pada Jumat (1/9) malam  itu memang mulus sehingga berhasil menggondol dua slop rokok 'GG' dan uang sebanyak Rp 100 ribu. Namun pada pagi harinya korban menyadari beberapa rokok dagangan dan uangnya hilang melaporkan ke polsek setempat yang segera melakukan olah TKP dana memeriksa CCTV.Pada kamera pengintai itulah ulah tersangka terekam. "Dan ketika ditangkap Memek mengakui perbuatannya," ujar Kapolsek Jetis Kompol Siswoyo melalui Kasubaghumas Polres Mojokerto Kota AKP Agus Purnomo, kemarin (4/9). Hasil pemeriksaan intensif,  lanjut Kapolsek, juga terungkap Memek ternyata telah beraksi di beberapa tempat.
Enam TKP diantaranya di wilayah Dawarblandong,"jelas kapolsek. Dari hasil pemeriksaan itulah petugas Unit Reskrim Polsek Dawarblandong kontan menjemput tersangka di Polsek Jetis guna diperiksa intensif. Tersangka pun mengakui telah menggarong lima sekolah SD dan sebuah rumah. Yakni SDN Madureso, Banyulegi, Gunungan, Temuireng, MI Beru Desa Pulorejo dan rumah warga Desa/Kecamatan Dawarblandong.
"Yang digondol dari SD-SD jarahannya itu diantaranya komputer, layar proyektor hingga celengan guru," ungkap Kanitreskrim Polsek Dawarblandong Ipda R Bayu Aji melalui Kasubaghumas Agus Purnomo. (Bram)





Tiga Anggota Bin Gadungan Diringkus Aparat TNI Dan Polri Di Gresik

         Anggota BIN palsu diapit Danramil 0817/02 Wringinanon  Kapten Inf M Zainudin SH dan Ka Polsek Wringinanom.

GRESIK,RI – Desa Lebaniwaras telah ditangkap tiga orang anggota BIN gadungan alias abal abal oleh aparat reserse Polres Gresik, Anggota Koramil 0817/02  Wringinanom dan Anggota Polsek Wringinanom, Gresik Jawa Timur Sabtu (02/09/2017) sekitar jam 22.00 wib.
RM Mawardi RH. Subandi DRS – Umur 64 Thn – Dengan alamat : Desa Blega – Kecamatan Blega – Kabupaten Bangkalan. 2-Achmad – Umur 60 Thn – Dengan alamat : – Desa Bebekan- Kecamatan Taman – Kabupaten Bangkalan. 3. Salmin – Umur 67 Thn – Dengan alamat : – Desa Kemayoran- Kecamatan Bangkalan Kota – Kabupaten Bangkalan.Dan saat ini diamankan di Polres Gresik karena mengaku sebagai anggota Badan Intelejen Negara (BIN).
Saat ketiganya di geledah aparat menemukan beberapa barang bukti dari tiga tersangka disita satu pucuk pistol Sofgun jenis revolver beserta 6 butir peluru uang palsu. Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kartu Identitas Badan Inteljen pejuang 45. Kartu perintis kemerdekaan 45.
Dalam interograsi, Salah  satu mengaku sebagai anggota BIN dengan pangkat Kolonel. Kapolsek Wringinanonom mengatakan,” dipastikan ketiganya sebagai anggota BIN palsu setelah di interogasi terbukti mereka mengaku sebagai Anggota BIN palsu, ditemukan barang bukti yang di buatnya sendiri,” ungkapnya.
Danramil 0817/02 Wringinanom Kapten Inf M Zainudin SH “Sudah dicek identitasnya, dipastikan keanggotaan ketiga tersangka BIN adalah palsu. Terbukti identitas yang dimiliki membuat sendiri,” ujarnya. Atas perbuatannya, ketiga tersangka terancam pasal 1 ayat 1 UU Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup. Tersangka sekarang diamankan di Polsek Wringinanom dan selanjutnya akan diserahkan kepada Polres Gresik. (Bbh.)



sidikkasus-ri

Komentar