Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72

Kegiatan Peringatan HUT RI Ke 72
Desa Tambar – Jogoroto – Jombang

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA

DALAM RANGKA HARI BESAR IDUL ADHA
KPH MOJOKERTO MEMBAGIKAN HEWAN QURBAN DI BKPH KAMBANGAN ADM KPH MOJOKERTO ASPER BESERTA STAFF BPKH DR. BUDI WIDODO

SEMARANG RI - Akibat Hancurnya Keluarga Anak Ngamuk Mecahkan Kaca Truk - Media radar indonesia Sidik Kasus Ri

                  SEMARANG,RI - Sebuah keluarga yang telah berpisah antara WR dan SM yangempunyai 3 anak diduga SM mempunyai Pil (Pria Lain) yang ahkirnya pendek kata keluarga yang telah dibina selama 20 tahun itu hancur berkepimg-keping yang berujung dalam tragedi Perceraian. Yang sebelumnya konon menurut informasi yang kami terima WR pun mempunyai Wil (Wanita lain), begitulah bila dalam keluarga masing-masing suami istri nuruti kamauan sendiri dengan egois dan emosinya sendiri, ingin menang sendiri dan lupa akan anak lah yang menjadi korbannya.
Bagaimanapun yang namanya anak ketakutan bila kehilangan seorang bapak ataupun ibunya, hal inilah rasa dendam anak timbul kepada siapapun yang dekat dengan bapaknya yakni seorang wanita dan siapapun seorang laki-laki yang dekat dengan ibunya, pastinya ingin selalu disakiti ataupun disingkirkan dan dimusnahkan, ya maklum saja usia anak, sebut saja Dd 17 tahun, rasa cemburu, benci dan ketidaksukaan yang selalu ada dalam benaknya. Perlu diketahui bahwa usaha SM adalah pengrajin alat-alat kebersihan rumah tangga seperti sapu lidi, ijuk, sabut sikat lantai, keset, kemucing dan masih banyak lagi jenisnya, yang nantinya dipasarkan di toko-toko klontong ataupun di pasar, hingga kadang sampai mencapai keluar kota juga, dengan maksud agar narang dagangannya terjual habis dan dapat menghidupi keluarganya,tutur SM waktu ditemuinya yang sekarang mengomtrak di desa tetangga.
Suatu ketika ada langganan dari luar kota yang minta di kirim perabotan alat-alat tersebut, maka dicarilah angkutan untuk membawa barang dagangannya dan di carilah sebuah Truk, belum saja dimuat datanglah Dd yang tidak di sangka-sangka Dd ambil batu ditimpuklah kaca truk tersebut namun tidak pecah,kurang puas Dd mengambil golok/bendo dan langsumg dihantamkanlah ke kaca truk tersebut dengan membabi buta, sehingga hancurlah seluruh kaca depan, samping dan spion.
Karena tidak terimanya pemilik truk tersebut melapor pada Polisi, sebetulnya mau dituntut secara hukum tetapi mengingat pelaku masih anak, maka minta diganti saja kaca yang dihancurkan itu, kata pemilik truk Rr. Permasalahan tersebut disepakati oleh kedua belah pihak maka di tempuh damai,dan tentunya Dd membuat pernyataan serta di bebani sangsi untuk wajib lapor (WL) setiap minggunya selama dua bulan,hal disampaikan salah  Team Unit Reskrim Iptu Haryono,Polsek Pedurungan, Semarang. (Yf/fm)


Aksi Damai GMPKB Kendal, Tagih Janji 2 Tahun Kepemimpinan Bupati Kendal
 
                    KENDAL,RI - Dalam Aksi Damai Di DPRD Kendal  Gerakan Masyarakat Peduli Kendal Bersatu (GMPKB)  menagih janji Mirna Anisa, pasalnya memasuki 2 tahun kepemimpinan Mirna Anisa sebagai Bupati Kendal tidak menunjukan kinerja dan prestasi yang semakin baik. Menurut pengunjuk rasa yang mewakili masyarakat Kendal bahwa janji yang dikampanyekan hanya bualan belaka.
"Janji hanya tinggal janji, penyediaan lapangan kerja, Pendidikan Bebas Pungli, Kesehatan gratis, Perbaikan Jalan, memberikan insetif guru ngaji, modin, TPQ sampai insentif RT / RW dll hingga kini belum direalisasikan." kata Bambang yang mengawali orasi hari ini jumat, (25/8/2017).
Dia mengungkapkan "Bahkan serapan anggaran APBD Kab.Kendal 2017 yang jumlahnya ratusan milyar hanya tetserap 5 persen, dari 220 paket pekerjaan hanya 12 paket pekerjaan yang dapat terealisasi. "Dengan banyaknya masalah yang muncul dan kepemimpinan Bupati yang dinilai tidak mampu menjalankan amanah masyarakat Kendal.
"LSM, ORMAS, dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Kendal Bersatu (GMPKB) akan terus mengawal mendesakan ke pimpinan dan anggota DPRD Kendal untuk melakukan hak interpelasi kepada Bupati Kendal dalam melaksanakan janji politiknya dalam visi misinya di duga telah gagal memimpin Kabupaten Kendal." ungkapnya.
Sementara Koordinator GMPKB, Maksum menguraikan sebagai kepemimpinan yang dianggap tidak semestinya dilakukan seorang Bupati diantaranya sering indisipliner karena sering tidak masuk kerja dan menghadiri rapat-rapat paripurna di DPRD Kabupaten Kendal.
Lebih lanjut Maksum mengatakan Mirna juga sering melakukan tindakan yang diduga tidak sopan dan tidak beretika saat kegiatan presentasi calon Sekda yang awalnya tidak bisa hadir ternyata Bupati langsung masuk di ruangan dengan mengatakan "saya bukan galak tapi sadis."
Selain itu menurut Maksum, Mirna sebagai Bupati tidak bisa memenuhi janjinya akan memberikan insetif kepada para ketua RT, RW dan para guru TPQ dan Modin.
"Diduga Bupati Mirna juga sering melakukan tindakan-tindakan diluar kemampuanya ketika terjadi permasalahan sehingga terkesan marah dan otoriter, bahkan hingga melecehkan simbol negara dan simbol pemerintah dengan melepas dan membanting  lencana kehormatan sebagai tanda jabatan Bupati di depan pimpinan Dewan dan tokoh masyarakat." Kini masyarakat Kendal ingin Kendal itu lebih baik," imbuhnya H. Maksum selaku ketua kordinator kepada Tim RI di sela-sela aksi.
Ditambahkan, Mirna sebagai Bupati Kendal juga dinilai tidak menghormati dan menghargai  kepada masyarakat Kendal dan Pemerintah Republik Indonesia (negara) karena mengatakan bahwa statusnya sebagai Bupati Kendal adalah hanya sekedar pekerja outshorching, "padahal kita tahu proses untuk menjadi Bupati yang dipilih oleh rakyat menggunakan dana APBD yang tidak sedikit dan Bupati di gaji tetap oleh negara selama 5 tahun." tuturnya.
Dikabarkan juga bahwa penyerapan anggaran APBD tahun 2017 sangat rendah, hanya 5 persen dari total anggaran ratusan milyar, sehingga merugikan masyarakat Kendal karena pembangunan terbengkalai. "Kurangnya transparan Bupati Mirna terkait persoalan pelelangan proyek di Kendal juga banyak dikeluhkan oleh pelaku dunia konstruksi di Kabupaten Kendal." ujar Maksum.
Melalui aksi tersebut, GMPKB menuntut DPRD Kendal untuk segera menggunakan Hak Interpelasi terhadap Bupati Mirna, serta GMPKB mengancam akan menurunkan lebih banyak masyarakat menduduki Gedung DPRD Kendal yang merupakan representatif rumah rakyat, dan masyarakat berharap kepada wakil rakyat, supaya segera menindaklanjuti ke inginan masyarakat Kendal. ( TIM )


Jelang Libur Panjang Idul Adha, Inilah Antisipasi dan Kesiapan Polri Bersama Instansi Terkait
 
                    PEMALANG,RI - Kapolres Pemalang, Polda jateng AKBP Agus Setyawan HP. S.H.S.I.K melaksanakan VICON rapat terpusat yang dipimpin oleh Kapolri, Jederal Polisi Drs.H.M Tito Karnavian, M.A., Ph.D., Rabu (23/8/2017).
VICON yang dihadiri oleh Dandim pemalang yang diwakili oleh pasi intel Letda Firdaus, Kadishubkominfo diwakili oleh Kasi Lalin, Bambang, Ka Dinkes diwakili oleh Hendra Eka P, serta para pejabat utama polres Pemalang tersebut dalam Rangka antisipasi libur panjang Idul Adha.
Kapolri berpesan dalam menghadapi libur panjang Idul Adha tanggal 31 Agustus atau 1 September jatuh hari Kamis dan Jumat, sehingga libur bisa sampai hari Senin tanggal 3 September harus diantisipasi sebagai Wake Up Call bagi jajaran. "Antisipasi arus mudik dan balik di pulau Jawa dan juga jalur laut Polda kepulauan," tambahnya.
Kapolri juga menyinggung tentang permintaan masyarakat akan sembako, daging agar diantisipasi jangan sampai meningkat hingga menyebabkan inflasi. "Awasi dan jaga stabilitas. Pengalaman idul Fitri kemarin kita dapat apresiasi dari bapak Presiden dan warga masyarakat," jelasnya.
Kemudian tentang terorisme, Kapolri juga mengingatkan jajarannya agar dapat segera mengantisipasi. "Densus sudah menangkap 18 orang terutama di Bandung. Menggunakan bahan radio aktif. Di Bali ada anggota Brimob bawa senjata panjang dipukul, senjata dirampas sampai sekarang tidak ketemu. Rawan karena bisa digunakan untuk teror," lanjutnya.
Sedangkan Kabaintelkam Polri, Komjen Lutfi Lubihanto menyoroti tentang pengamanan arus mudik dan balik dan hal-hal lainnya. "Stok pangan masih cukup. Bulog akan laksanakan langkah antisipasi harga. Distribusi, spekulan dan penimbunan agar diantisipasi. Ops pasar harus dilakukan," tambahnya. Beberapa hal lainnya yang perlu diantisipasi, menurut Komjen Lutfi adalah Aksi sweeping, kejahatan konvensional, terorisme, macet, laka, bentrok massa.
Ka Satgas Pangan Polri memaparkan telah terjadi kenaikan harga, terutama cabe. Dan untuk menjaga stabilitas pangan, menurutnya Bulog menargetkan 10.000 ton. Kementerian Perhubungan RI mengapresiasi Polri dan akan mulai memberlakukan pembatasan kendaraan truk yang lewat hari Kamis. "Beberapa pekerjaan jasa marga mulai dihentikan untuk menghindari kemacetan. Kami juga memerintahkan Dishub seluruh Jawa untuk melaksanakan random check kepada kendaraan SPT di Subang, Dieng dan lain-lain agar tidak ada kendaraan yg bermuatan lebih. Kami minta bantu polri untuk proaktif di titik rawan," pungkasnya.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan bahwa pihaknya telah menyiapkan posko Sapta taruna untuk mengantisipasi banjir di daerah rawan banjir. "Mulai H-2 hari Rabu pekerjaan jalan akan dihentikan untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat," tegasnya.
Pihak Kementerian Kesehatan menyatakan telah menyiapkan 2.922 lokasi yang siap membantu. "Kesiapan arus mudik pemudik sakit akan disiapkan pos, rikes pengemudi juga disiapkan, akupresur disiapkan juga," jelasnya. Sementara pihak lain seperti Kementerian Kominfo, TNI dan Jasa Raharja menyatakan telah siap membantu kelancaran dan antisipasi libur panjang Idul Adha tahun ini. ( Tatas )


Kasus Korupsi Kades Sumbersari Berlanjut, Kini Digelar Di BPK RI Jateng

              KENDAL,RI - Beberapa Perwakilan Warga Desa Sumbersari Kendal saat mengawal gelar perkara korupsi Kadesnya di BPK RI (Selasa,15/8 ) Setelah ditunggu sekian lama, akhirnya kasus dugaan korupsi Kepala Desa Sumbersari Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal digelar di Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK) RI Jawa Tengah ( Selasa, 15/8). Hal ini sebagaimana disampaikan Perwakilan Warga Sumbersari, Slamet yang menginformasikan bahwa kasus korupsi kadesnya digelar perkaranya di BPK.
“Nanti ada gelar perkara kasus korupsi Kades sumbersari di BPK Mas,” ungkapnya melalui pesan singkatnya. Dan hal ini pun memang dibenarkan Humas BPK RI Perwakilan Jawa Tengah, Ovi yang menyatakan pihaknya telah menerima berkas dari pihak Kejaksaan Kendal. “Ya betul tadi berkas dari Kejaksaan Kendal telah diterima guna dikaji lebih lanjut mas,” ujarnya.
Namun Ovi pun menjelaskan, jika berkasnya belum lengkap , nanti akan diminta lagi kelengkapannya. Sebelumnya pihak Kejaksaan Negeri Kendal, Darodjad pernah menyampaikan bahwa kasus dugaan korupsi Kades Sumbersari ini belum bisa ditetapkan tersangkanya, karena perlu di audit dulu kerugian negaranya oleh BPK RI. “Kami telah menghitungnya dengan pihak inspektorat Kendal, tetapikan untuk validnya nunggu audit BPK,” ujarnya seusai pertemuan dengan warga sumbersari di Kejari Kendal beberapa waktu lalu.
Dan Darodjat pun menegaskan, jika penetapan tersangka dalam kasus ini harus berdasarkan adanya kerugian keuangan negara. “Penetapan tersangka harus didasarkan adanya kerugian negara, kami memang harus hati-hati agar tidak dipraperadilankan,” imbuhnya saat itu.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya di media ini, memang kasus dugaan korupsi yang dilakukan Kades Sumbersari Kecamatan Ngampel Kendal ini sempat menyita perhatian aparat penegak hukum ( APH) Kendal. Karena kasus ini desakannya cukup kuat dari Warga Desanya yang sempat mengadakan demo besar-besaran di Kantor Bupati serta Kejari Kendal. Sehingga pihak aparat pun dalam menangani kasus ini responnya baik, namun juga cukup hati-hati dalam proses penanganannya.
Dan diduga sang Kadesnya pun hingga kini masih menjadi bulan-bulanan warganya, karena disinyalir ada kasus lainnya yang lebih besar yang juga telah dilaporkan warganya ke pihak Kepolisian setempat, warga berharap semua kasus bisa terungkap.  ( TIM )


Pasar Pagi Kaliwungu, Ludes Di Lalap Si Jago Merah, 12 Damkar Di Kerahkan

                      KENDAL,RI - Musibah Terjadi Kebakaran besar terjadi di Pasar Pagi Kaliwungu menghanguskan kios-kios yang ada di dalamnya. Kejadian itu baru diketahui sekitar pukul 18.25 Wib. Sabtu (19/8).  Menurut keterangan bebarapa warga bahwa api tiba-tiba muncul di area belakang tempat arang  dan membesar. "Benar mas ! Api muncul tiba-tiba dan sangat cepat membesar", ujar salah warga di tempat kejadian.
Akibat kebakaran tersebut belum bisa ditaksir kerugiannya. Di sepanjang jalan sekitar lokasi terjadi kemacetan panjang karena kerumunan massa yang capai ribuan untuk membantu pemadaman dan melihat peristiwa tersebut. Terlihat beberapa pedagang kebingungan hadapi kejadian diluar dugaan bahkan banyak yang meratapi musibah tersebut. "Hancur, hancur, hancur harta bendaku",  jeritan seseorang meratapi harta dagangannya dilalap si jago merah.
Hingga berita ini dilansir, belum diketahui penyebabnya. Dan hingga pukul 20.00Wib api masih belum bisa dipadamkan. Dan datang  bantuan damkar dari kota Semarang juga turut membantu, menurut keterangan pedagang yang ada di sekitar pasar pada waktu api muncul tiba-tiba hingga sangat cepat api membesar, sedangkan pihak-pihak terkait belum bisa dikonfirmasi atas kebakaran tersebut karena masih  sibuk memadamkan api dan mengatur kerumunan massa yang ada di sekitar Pasar Pagi Kaliwungu. Menurut keterangan lurah Sarirejo kios yang ada di Pasar Pagi Kaliwungu di perkirakan 358 kios yang ada, tapi tidak semua terbakar, kini setelah tim damkar juga BPBD kabupaten Kendal serta damkar dari Semarang berjibaku dan berusaha semaksimal mungkin untuk memadamkan si jago merah.
Perjuangan tidak kenal lelah dan tetap semangat, akhirnya si jago merah bisa dipadamkan pukul 21.30 wib, dan masyarakat pun ikut sibuk membantunya. Menurut keterangan Kapolsek Kaliwungu  AKP Nanung Nugroho, penyebab kebakaran belum bisa diketahui karena harus menunggu hasil fuslabfor, apa itu karena arus pendek atau penyebab lain dan kerugian juga belum bisa di taksir, di malam kejadian ada beberapa pejabat juga turun ke lapangan, Kapolres Kendal, Bupati Kendal, Ketua DPRD Kendal, juga Walikota Semarang ikut meninjau lokasi. ( RKM )


Pencuri Tas di Kereta Api Dipajang di Stasiun Purwokerto

                   PURWOKERTO,RI - Petugas Polsuska menangkap pelaku pencurian di Kereta Api (KA) Purwojaya dini hari tadi. Pelaku bernama Sugeng Bagio (61) nekat mengambil tas milik salah seorang penumpang di kereta tersebut. Sugeng yang berasal dari Jakarta Timur langsung diamankan petugas Polsuska yang sudah mengintai gerak gerik pelaku usai mengambil sebuah tas milik salah satu penumpang.
Akibat perbuatannya, pelaku sempat dipajang dan harus berdiri di peron Stasiun Purwokerto dengan dipasangi tulisan 'Saya Pencuri di KA Purwojaya'. "Tadi malam dilakukan penangkapan di KA Purwojaya pukul 2.45 WIB. Pelaku akan diproses hukum," kata Kepala PT KAI Daop 5 Purwokerto, Dwi Erni Ratnawati kepada wartawan, Kamis (24/8/2017).
Usai ditangkap, pelaku langsung diturunkan di Stasiun Purwokerto untuk dimintai keterangan. Dari tangan pelaku ditemukan beberapa barang bukti seperti 3 buah buku yang biasa dimasukkan ke dalam tas korban untuk menggantilan laptop yang dicurinya, KTP bukan atas nama Pelaku 1 buah, SIM bukan milik pelaku, Obeng 2 buah, Micro SD 10 buah di duga dari HP korban yang dicuri karena isinya berbeda-beda.
Selain itu ditemukan juga ajimat yang berisi sisik Penyu, bunga kantil, mata uang kuno yang menurut pelaku buat pengasihan dan biar tidak diketahui kalau mencuri. Dari tangan Sugeng juga didapati Power bank, HP merk Xiaomi, Buff penutup wajah 2 buah. "Ada beberapa barang bukti dan identitas berbeda-beda," ujarnya.
Dwi menceritakan saat kejadian petugas mencurigai pelaku yang sedang mondar-mandir dan melakukan aktifitas yang mencurigakan. Pelaku yang pura-pura ke toilet keluar langsung menuju tempat duduknya dan dengan cepat mengambil tas penumpang lainnya. "Kita memang merasa ada hal yang janggal langsung ditindaklanjuti oleh teman-teman awak KA sambil melihat juga cctv di kereta," ucapnya.
Dia menduga ada kerjasama kelompok dan pelaku tidak sendirian di kereta. Sebab sebelumnya Sugeng juga pernah tertangkap di Stasiun Kroya. "Orang itu (pernah ditangkap) diaerah Kroya, sepertinya ada semacam jaringan dari pelaku, nanti akan kita gali, karena sampai sekarang belum mengakui," ujarnya.
Dengan adanya kejadian ini, pihaknya mengimbau kepada para penumpang agar dapat menjaga barang pribadinya masing-masing apalagi di area publik atau tenpat umum karena kejahatan selalu ada di manapun. (Arb/Sip)


Penyegaran Organisasi, Inilah Beberapa Jabatan di Polres Pemalang Yang Diisi Pejabat Baru
  
                     PEMALANG,RI – Polres Pemalang melaksanakan Upacara Serah Terima Jabatan Waka Polres dan Kasat Lantas serta Kapolsek Pulosari di gedung Rekonfu Mapolres Pemalang.Kamis (24/08).Kegiatan Upacara Serah Terima Jabatan di pimpin langsung oleh Kapolres Pemalang AKBP Agus Setyawan HP, S.H., S.I.K dengan dihadiri para Kabag, Kasat serta Kapolsek jajaran.
Jabatan Wakapolres lama yang di emban oleh Kompol Drs. Muh. Samdani, S.H., M.H., diserahkan kepada Kompol Arianto Salkery, S.H., M.H. Dan Kasat Lantas yang lama diemban oleh AKP Riswanto, S.H. kepada AKP Ahmad Nura A, S.Sos., S.I.K. Selain serah terima jabatan, dilakukan pula penyerahan jabatan Kapolsek Pulosari kepada Iptu I Ketut Astawa.
Dalam sambutannya Kapolres menyampaikan pergantian Jabatan merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier personil polri yang perlu dan lazim dalam rangka Tour of Duty maupun Tour of Area dan penyegaran awak organisasi.
Serah terima jabatan dan alih tugas di lingkungan polri merupakan suatu hal yang wajar dan biasa terjadi, hal ini bertujuan untuk memelihara dinamika organisasi di berbagai tingkatan kesatuan. Kapolres menyampaikan rasa terima kasih kepada pejabat lama. “Kepada pejabat baru, Kompol Arianto Salkery dan AKP Ahmad Nur saya ucapkan selamat datang,” lanjutnya.
Dalam menghadapi dinamika potensi gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Pemalang, Kapolres mengharapkan para pejabat baru mampu mengakomodir fenomena yang timbul dengan menampilkan struktur organisasi yang sehat dengan dilandadi suatu pemikiran yang profesional.
“Guna meningkatkan pelayanan masyarakat serta mampu menyelaraskan diri dengan dinamika di lapangan. Sehingga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif sesuai harapan masyarakat dapat terwujud,” harap Kapolres.
Terkait dengan kemitraan dengan instansi lain, Kapolres berharap jajarannya mampu membangun soliditas dan mengembangkan jaringan kemitraan yang harmonis dengan instansi terkait tersebut. “Sehingga kita dapat menampilkan kinerja yang semakin baik dan produktif guna meningkatkan kinerja dengan tetap mengacu pada program kerja Polri,” pungkasnya. (Tatas)


sidikkasus-ri

Komentar